Milisi Libia tangkap dua wartawan Inggris
Komandan Brigade Misrata Faraj al-Swehli menunjukan foto salah satu wartawan Inggris yang mereka tahan.
Dua orang wartawan asal Inggris ditahan aparat keamanan Libia karena dituduh menjadi mata-mata oleh salah satu kelompok milisi di negara itu.
Faraj al-Swehli, Komandan Brigade Misrata mengatakan kedua pria tersebut telah memasuki wilayah Libia secara ilegal dan membawa barang yang bisa dikategorikan sebagai “bukti yang memberatkan.”
Saat ini milisinya tengah menyelidilki kegiatan yang sedang dilakukan oleh reporter bernama Nicholas Davis (37) dan kameramen, Gareth Montgomery-Johnson (36) di negara tersebut.
Keduanya sekarang tercatat sebagai wartawan televisi Iran berbahasa Inggris, Press TV.
Wartawan BBC di Tripoli, Gabriel Gatehouse mengatakan Brigade Misrata dalam acara jumpa pers memperlihatkan gambar video yang menunjukan kedua wartawan itu sedang mencoba menembakan sebuah senjata.
Sejumlah anggota milisi itu juga menunjukan alat penunjang keselamatan lapangan seperti perangkat medis yang digunakan kedua wartawan itu.
Mereka mengatakan produk yang digunakan kedua wartawan itu biasa digunakan pula oleh militer Israel.
Al-Swehli mengatakan dia dan anak buahnya percaya bahwa kedua wartawan itu adalah mata-mata dan tengah menyelidiki itu dengan seksama.
“Setelah kita menyelesaikan penyelidikan ini, kedua orang itu akan kita serahkan kepada otoritas pemerintah Libia untuk menjalani proses hukum,” kata al-Swehli kepada Reuters.
Dia juga mengatakan kedua orang itu mendapatkan perlakuan yang baik selama menjalani penahanan.
“Setelah kita menyelesaikan penyelidikan ini, kedua orang itu akan kita serahkan kepada otoritas pemerintah Libia untuk menjalani proses hukum.“
Davies yang menggunakan nama Nick Jones bersama rekannya Montgomery-Johnson telah diatahan sejak 21 Februari saat melakukan pengambilan gambar pada malam hari di jalanan Tripoli.
Awalnya kedua orang itu ditangkap karena ada masalah dengan dokumen keimigrasian yang mereka gunakan.
Penangkapan mereka sejauh ini tidak diketahui kantor Perdana Menteri Libia dan Kementerian Dalam Negeri Libia.
Mereka mengatakan tidak mengetahui apapun soal tuduhan mata-mata itu kepada BBC.
Sejumlah langkah yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan sementara dan kedutaan besar Inggris untuk meminta pemindahan penahanan kedua orang itu ke penjara resmi telah ditolak oleh kelompok milisi Brigade Misrata.
Polisi Meksiko tangkap kepala LP karena kerusuhan
Persoalan korupsi dan perkelahian antar geng meruapakan hal yang kerap terjadi pada penjara Meksiko.
Petugas keamanan Meksiko menangkap pimpinan dan puluhan petugas penjara Apodaca karena bekerjasama dengan anggota geng obat bius di wilayah Nuevo Leon.
Mereka dituduh terlibat dalam upaya pelarian massal anggota geng Zetas dan membantu aksi penyerangan terhadap anggota geng lawannya di penjara tersebut.
Akibat tindakan para direktur dan petugas penjara itu setidaknya 33 anggota geng Zetas berhasil melarikan diri dan menewaskan 44 orang anggota geng Gulf Cartel yang menjadi lawan mereka.
Petugas Penyelidik yang menangani kasus ini mengatakan mereka mempunyai bukti kuat bahwa para penjaga ini membantu rencana pembunuhan yang diotaki anggota geng Zeta.
Menurut petugas tersebut 44 tahanan yang merupakan anggota geng Gilf Cartel tewas ditikam, dipukuli dan dicekik oleh lawannya saat bentrokan tersebut terjadi.
Peristiwa berdarah di penjara Apodaca, Monterey ini merupakan peristiwa terburuk yang pernah terjadi di Meksiko.
“Penyelidikan telah berhasil mengungkap partisipasi langsung para petugas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa yang lainnya ikut membanrtu pelarian tahanan,” kata Jaksa Penuntut dari Negara Bagian, Nuevo Leon, Adrian la Garza.
“Penyelidikan telah berhasil mengungkap partisipasi langsung para petugas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa yang lainnya ikut membanrtu pelarian tahanan.“
“Kita dapat menyimpulkan bahwa ini bukan hanya perkelahian antar anggota geng tapi merupakan pembunuhan yang langsung dikerjakan dengan serangan langsung terhadap tahanan lain yang sengaja disasar di penjara tersebut.”
Petugas mengatakan mereka yang telah ditangkap dalam kasus ini adalah Direktur Penjara, Geronimo Martinez, Wakilnya Juan Hernandez dan Kepala Keamanan Penjara, Oscar Laureno.
Sementara penyelidikan masih berlangsung, petugas juga telah menahan 29 orang tersangka lainnya.
Kasus kekerasan antar geng dan korupsi merupakan persoalan yang kerap terjadi disejumlah penjara Meksiko.
Selain petugas keamanan, penyelidikan juga dilakukan oleh Komisi Hak Asasi Manusia negara itu, mereka mendesak agar pemerintah melakukan upaya lebih untuk mencegah kekerasan di sejumlah penjara.
India tangkap anggota AL Italia
Latorre Massimiliano (keempat dari kiri) dan Salvatore Girone (keempat dari kanan) menembak nelayan India yang mereka kira sebagai bajak laut.
Kepolisian India menahan dua anggota angkatan laut Italia setelah melakukan penembakan terhadap dua nelayan dari atas kapal tanker minyak, MV Enrica Lexie yang sedang mereka jaga.
Laporan menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah lepas pantai sebelah selatan negara bagian Kerala pada Rabu (15/03) lalu.
Pejabat Italia dalam penjelasannya mengatakan penembakan itu dilakukan karena kapal milik dua nelayan tersebut berlaku agresif dan mengabaikan tembakan peringatan yang dilepaskan oleh kedua anggota angkatan laut Italia itu.
Kedua anggota angkatan laut Italia, Latorre Massimiliano dan Salvatore Girone mengira kapal nelayan itu sebagai bajak laut namun pemerintah India mengatakan kedua nelayan yang tewas itu tidak bersenjata saat melakukan pelayaran di dekat kapal tangker minyak tersebut.
Akibat insiden tersebut kini hubungan diplomatik kedua negara itu memanas.
Kepolisian India bahkan kini memulai untuk menyelidiki kemungkinan pengenaan pasal pembunuhan atas kematian dua nelayan tersebut.
“Kami telah membawa kedua tersangka ke daratan. Mereka akan dibawa ke kota Kollam oleh tim penyelidik dan akan diajukan ke pengadilan begitu menyelesaikan proses untuk formalitasnya,” kata Inspektur Jenderal K Padmakumar yang bertugas di kepolisian Kerala.
Menteri Pertahanan India AK Antony menggambarkan pembunuhan itu sebagai sesuatu yang “sangat serius” dan “insiden yang disayangkan.”
Kementerian Luar Negeri India juga telah memanggil Duta Besar Italia di New Delhi sehari setelah peristiwa penembakan itu terjadi.
Pemerintah Italia dalam pembelaannya mengatakan kedua anggota tentara angkatan laut mereka tidak bisa diproses dengan hukum India, namun pemerintah India memandang sebaliknya.
Kapal MV Enrica Lexie saat peritiwa itu terjadi sedang berlabuh di pelabuhan Kochi, Kerala dan tengah melakukan perjalanan dari Singapura ke Mesir dengan membawa 34 awak, 19 orang diantaranya dari India.
Sementara dua nelayan yang tewas saat kejadian tengah mengemudikan kapal yang juga membawa 11 nelayan. Polisi mengatakan kesebelas nelayan lainnya saat peristiwa terjadi sedang tertidur.
Sesaat setelah peristiwa penembakan, dua kapal patroli dan pesawat terbang milik India langsung dikirim untuk mengejar dan mencegat kapal asal Italia tersebut agar tidak melarikan diri.
Categories: Berita Dunia Tags: Anggota, india, italia, Tangkap
Malaysia tangkap wartawan Saudi
Hamza Kashgari ditahan di Kuala Lumpur, Malaysia atas permintaan Interpol.
Kepolisian Malaysia menangkap seorang wartawan muda Arab Saudi yang melarikan diri dari negaranya setelah dituduh menghina Nabi Muhamad lewat Twitter.
Wartawan yang bernama Hamza Kashgari itu ditahan di Kuala Lumpur atas permintaan Arab Saudi lewat melalui Interpol.
Kepolisian Malaysia mengatakan wartawan surat kabar yang berkantor di Jeddah itu ditangkap setelah tiba di bandara internasional Kuala Lumpur hari Kamis (09/02).
Kantor berita Bernama menyebutkan mengatakan Kashgari ditahan karena “diduga menghina Islam dan Nabi Muhamad.”
Namun Fadih Nadwa Fikiri, juru bicara kelompok aktivis Lawyers for Liberty mengatakan Kashgari adalah bloger yang mering mengangkat “tekanan yang dialami perempuan.”
“Malaysia harus memberikan suaka kepadanya. Namun mereka justru berkomplot dengan pemerintah Saudi,” kata Fadih.
Komentar Kashgari di Twitter mendapatkan sekitar 30.000 tanggapan, menurut situs online yang melacak komentar Twitter di dunia Arab.
Kashgari telah meminta maaf namun seruan agar ia dihukum justru semakin meningkat.
Komite ulama menyebutnya “kafir” dan menuntut agar ia diadili di pengadilan agama, sementara laman Facebook berjudul “Rakyat Saudi menuntut eksekusi Hamza Kashgari,” menarik ribuan pengikut.
Pernyataan Kashhari di Twitter bertepatan dengan Maulud Nabi pekan lalu.
Ulama Saudi Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh menyebut Twitter sebagai “bahaya besar dan tidak cocok untuk Muslim.”
Namun jutaan warga Saudi, termasuk pejabat pemerintah memiliki akun di Twitter dan Facebook.
Sejauh ini belum jelas apakah Kashgari akan diekstradisi ke Arab Saudi.
Categories: Berita Dunia Tags: malaysia, Saudi, Tangkap, Wartawan
Polisi Meksiko tangkap tokoh geng bersenjata
Polisi menilai Marrufo bertanggung jawab terhadap sejumlah kasus pembunuhan dan penculikan.
Kepolisian Meksiko menangkap seorang tersangka pemimpin geng Gente Nueva, salah satu sayap kelompok bersenjata kartel obat bius, Sinaloa.
Jaksa Penuntut Umum menduga tersangka Jose Antonio Torres Marrufo memerintahkah serangan terhadap sebuah klinik perawatan ketergantungan obat bius di Ciudad Juarez pada 2009 lalu.
Serangan mematikan itu mengakibatkan setidaknya 18 orang tewas.
Para korban diminta berdiri berjajar dan menghadap ke arah dinding klinik tersebut sebelum akhirnya ditembak hingga tewas.
Kepolisian mengatakan para pria bersenjata mengincar anggota gang lawan yang kerap menggunakan klinik sebagai tempat persembunyian mereka.
Dalam penjelasannya setelah penagkapan tersebut, kepolisian mengatakan Torres Marrufo ditangkap saat berada di kota Leon, Guanajuato bersama seorang pengawalnya.
Kepala Bagian Penanganan Narkoba Kepolisian Meksiko, Ramon Eduardo Pequeno mengatakan penangkapan Torres merupakan pukulan bagi kartel Sinaloa.
“Jose Antonio Torres Marrufo diyakini adalah dalang dibelakang aksi pembunuhan terhadap 18 orang di pusat rehabilitasi El Aliviane di Ciudad Juarez pada September tahun 2009 lalu.“
Kartel perdaganagan narkoba yang dipimpin Joaquin “Shorty” Guzman ini merupakan salah satu yang terkuat di Meksiko.
“Jose Antonio Torres Marrufo diyakini adalah dalang di belakang aksi pembunuhan terhadap 18 orang di pusat rehabilitasi El Aliviane di Ciudad Juarez pada September tahun 2009 lalu,” kata Pequeno.
“Dia juga memimpin pertempuran dengan geng lawan yang mengakibatkan korban tewas cukup banyak di negara bagian Chihuahua.”
Polisi dalam operasi penagkapan itu menyita sejumlah senjata dan obat bius milik dua tersangka yang mereka tangkap.
Selain dituduh terlibat kasus pembunuhan, Marrufo juga dituding terlibat dalam kejahatan penculikan, perdagangan manusia dan pemerasan.
Categories: Berita Dunia Tags: Bersenjata, geng, Meksiko, polisi, Tangkap, tokoh







