Polisi Prancis kembali tangkap terduga teroris
Polisi Prancis terus lakukan penggrebekan kelompok militan sejak tragedi Mohamed Merah.
Kepolisian Prancis melakukan penggerebekan di sejumlah kota untuk mencari anggota kelompok militan setelah peristiwa penembakan Mohamed Merah.
Dalam penggrebekan di Marseilles, Roubaix, Carpentras dan beberapa lokasi lain, polisi menahan sedikitnya 10 orang terduga anggota kelompok militan.
Pekan lalu, polisi juga melakukan penggerebekan dan menahan 13 orang tersangka.
Tingginya intensitas operasi kepolisian ini tak lepas dari sumpah Presiden Nicolas Sarkozy yang berjanji akan menumpas terorisme di Prancis usai tragedi Mohamed Merah.
“Pemberantasan kelompok radikal Islam akan terus digelar hingga kami berhasil mengusir orang-orang yang tak memiliki alasan berada di Prancis keluar dari negeri ini,” kata Sarkozy yang akan menghadapi pemilihan presiden bulan ini.
Penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (4/4) ini dipusatkan di wilayah selatan dan tenggara Prancis, terutama di Marseilles. Demikian dilaporkan kantor berita AFP.
Operasi penggerebekan juga digelar hingga ke kota Roubaix, di dekat perbatasan dengan Belgia.
Operasi ini digelar kurang dari sepekan setelah penyergapan sejumlah orang yang diduga terkait dengan kelompok radikal Forsane Alizza yang dilarang bulan lalu.
Namun, polisi masih berhati-hati mengkaitkan penggerebekan ini dengan operasi penangkapan Mohamed Merah di Toulouse.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan telah mengusir lima orang ulama radikal sebagai bagian dari pembersihan kelompok radikal ini.
Cina tangkap penyebar kabar kudeta
Dalam kabar yang tersebar di internet disebutkan banyak kendaraan militer berpatroli di Beijing.
Polisi Cina menahan enam orang karena menyebarkan kabar di internet tentang rombongan kendaraan militer di Beijing.
Tulisan di internet tersebut kemudian dikutip media negara lain, dan sejumlah pengamat masalah Beijing menyebut sebuah kudeta mungkin tengah berlangsung.
Kementerian Informasi Internet Cina kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kabar tersebut ”memberi pengaruh buruk bagi publik”.
Akibatnya 16 situs ditutup karena menuliskan kabar tentang kudeta tersebut.
Seorang juru bicara Kementerian Informasi Internet Cina kepada kantor berita Xinhua mengatakan bahwa sejumlah orang ”dinasehati atau dididik”
Dia menambahkan beberapa pejabat merasa ”dikritik dan dihukum” di situs mikroblog terbesar Cina, Sina Weibo, tempat dimana kabar itu tersebar.
Kabar di internet ini mengemuka bertepatan dengan waktu genting yang saat ini tengah terjadi di lingkungan elit politik Cina yang tengah menghadapi skandal terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang petinggi partai Komunis Bo Xilai dibebastugaskan dari jabatannya setelah sempat dipromosikan untuk naik pangkat dengan menduduki posisi di Komite Politburo, badan utama pembuat keputusan di Partai Komunis.
Kebijakan itu diberlakukan ditengah-tengah dugaan salah satu kepala polisi dan sekutu politik terdekatnya mencoba mencari suaka di konsulat Amerika Serikat.
Prancis tangkap puluhan tersangka teroris
Menurut Presiden Sarkozy, aparat keamanan masih akan melakukan penangkapan lagi.
Kepolisian Prancis telah menangkap 19 tersangka teroris dan menyita senjata antara lain senapan dalam penyergapan di sejumlah lokasi di Prancis hari Jumat dini hari waktu setempat (30/3).
Penangkapan antara lain terjadi di Toulouse, tempat tersangka pelaku pembunuhan berantai Mohammad Merah menembak mati tujuh orang. Penyergapan juga dilakukan di Nante.
Pihak berwenang memburu orang-orang yang kemungkinan terlibat membantu Mohammad Merah melancarkan aksinya.
Menurut Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, operasi penangkapan akan terus dilakukan.
“Akan ada operasi lebih lanjut sehingga memungkinkan kita mengusir orang-orang yang tidak berkepentingan di negara ini,” kata Sarkozy seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Wartawan BBC di Paris Christian Fraser melaporkan penyergapan kali ini adalah bagian dari penyelidikan untuk mencari orang-orang yang terlihat bersama Mohammad Merah dan saudaranya sebelum Merah melancarkan penembakan.
Mohammad Merah diketahui menjadi anggota kelompok Salafi yang bernama Forsane Alizza dan kelompok tersebut sempat diketahui aktif di daerah Nantes sebelum dibubarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis menyusul penyelidikan sebelumnya.
“Bila ada orang ketiga yang masih bebas, muncul kemungkinan ada teroris aktif yang siap melancarkan serangan lagi.“
Saudara laki-laki Merah, Abdelkader, mengaku kepada polisi bahwa ketika membantu saudaranya mencuri sepeda motor Yamaha T-Max terdapat satu orang lagi di mobil.
Jati diri orang tersebut sejauh ini belum diungkap. Namun kemarin polisi menemukan mobil Renault Clio yang dicuri dan berisi bagian-bagian sepeda motor dan helm rusak yang digunakan Mohammad Merah, lapor Christian Fraser.
Pihak berwenang, lanjut Fraser, juga menyelidiki USB memory stick yang dikirim ke televisi Al Jazeera berisi rekaman video pembunuhan yang diduga dilakukan Mohammad Merah.
Memory stick tersebut ditempatkan di kotak surat di daerah Toulouse pada hari apartemen Merah mulai dikepung aparat keamanan. Artinya, ada orang lain yang mengirimnya.
“Bila ada orang ketiga yang masih bebas, muncul kemungkinan ada teroris aktif yang siap melancarkan serangan lagi,” lapor Christian Fraser.
FBI tangkap WNI penjual anggur palsu
Rudy Kurniawan dikenal karena “boros” berbelanja wine hingga US$ 1 juta setiap bulan
Seorang warga negara Indonesia yang dikenal sebagai jutawan dan kolektor anggur di Pantai Barat AS ditangkap agen federal FBI Kamis (09/03) dengan tuduhan menjual anggur palsu.
Harian lokal LA Times menulis bahwa Kurniawan berusaha menjual anggur jenis French Burgundy senilai US$ 1,3 juta dolar (Rp 11,8 miliar).
Ia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di kawasan mewah Arcadia oleh sejumlah agen FBI yang sudah menyelidikinya selama bertahun-tahun.
Dalam lembar tuntutan oleh Kantor Jaksa Wilayah di Manhattan, Kurniawan didakwa karena menjual anggur vintage palsu antara 2007-2012.
Salah satu kasus itu terjadi pada 2008, ia diduga menjual 84 botol anggur palsu senilai US$ 600.000 yang ia klaim dibuat oleh kilang anggur Domaine Ponsot di Prancis pada 1929, meski kilang itu baru memproduksi anggur pada 1934.
Anggur vintage atau anggur berusia tua dan langka banyak diburu oleh kolektor di seluruh dunia dan harganya bisa mencapai miliaran rupiah.
“Ia terlibat dalam kasus-kasus pemalsuan terkait bisnis anggur yang dijalankannya, termasuk berusaha menjual anggur palsu, yang harganya jika asli adalah $ 1,3 juta,” kata jaksa wilayah dalam pernyataan resminya.
Penulis dan konsultan anggur Yohan Handoyo mengatakan Kurniawan mulai dikenal pada 2006 karena keberaniannya mengeluarkan uang tidak sedikit untuk membeli anggur tua.
“Ia mengagetkan banyak kolektor di AS karena pada 2006 ia membeli 24 botol anggur Bordeaux seharga US$ 75.000 dan ia diduga menghabiskan US$ 1 juta setiap bulan untuk berbelanja wine,” kata Handoyo pada Pinta Karana dari BBC.
“Ia membeli 24 botol anggur seharga US$ 75.000“
Yohan Handoyo, Konsultan Wine
Majalah Vogue pada 2008 menulis Kurniawan sebagai ‘Man with the Deepest Cellar’ yang merupakan gelar kehormatan dan pengakuan sebagai kolektor anggur dengan jumlah koleksi terbanyak.
Meski dikenal sebagai jutawan yang “selalu mengenakan kaos oblong dan jeans tapi mengendarai Bentley atau Ferrari hitam di sekitar LA County,” tidak banyak yang tahu bagaimana Kurniawan mendapatkan kekayaannya.
“Rudy ini memang ‘lucu’ dalam salah satu interview ia mengatakan ia lahir dari keluarga kaya tapi bagi keluarganya yang merupakan keturunan Cina ia dikenal sebagai pemberontak,” kata Handoyo.
Menurut Handoyo pelaku pemalsuan wine biasanya menggunakan dua modus.
“Modus pertama dilakukan justru oleh para produsen yang tidak bertanggung jawab dengan cara menggunakan jenis anggur yang tidak diperbolehkan atau mencampur wine mereka dengan lebih banyak anggur kualitas rendahan.
“Modus kedua selalu dilakukan oleh para bajingan yang mengejar untung besar dari harga wine yang belakangan ini meroket gila-gilaan. Mereka memalsu apa saja yang bisa dipalsu dari produsen fine wine di pasaran,” kata Handoyo.
Kurniawan merupakan salah satu pemain kunci dalam bisnis anggur dunia dan ia diyakini memiliki pengaruh besar untuk menentukan fluktuasi harga anggur di seluruh dunia karena kegemarannya memborong anggur-anggur tua dalam jumlah besar.
“Sejak ia muncul, harga anggur langka menjulang dan semakin banyak pembeli super kaya yang bersaing untuk mendapatkan anggur tua dan langka sehingga pasar anggur tua langsung meledak,” tulis harian LA Times pada 2006.
Kurniawan mau pun pengacaranya belum bisa dimintai komentar. Ia saat ini mendekam di penjara hingga pengadilan menentukan besar jaminan atas dirinya pekan depan.
Categories: Berita Dunia Tags: anggur, Palsu, penjual, Tangkap
FBI tangkap peretas
Lulzsec diduga mengalami perpecahan internal sehingga polisi mudah menangkap para peretasnya.
Tujuh orang yang diduga sebagai peretas di AS, Inggris dan Irlandia ditangkap dengan tuntutan kejahatan komputer yang mempengaruhi ”lebih dari satu juta korban”.
FBI mengatakan lima orang tersebut terlibat dalam jaringan Lulzsec, sedangkan yang lainnya sebagai anggota peretas Antisec.
Sebelumnya pemimpin Lulzsec Hector Xavier Monsegur dinyatakan bersalah pada 12 Agustus silam dalam dakwaan kriminal.
Penangkapan atas Monsegur ini diyakini membuka banyak informasi atas sejumlah peretas lainnya.
FBI menyatakan bahwa Monsegur – yang juga dikenal dengan nama Sabu – mengakui terlibat dalam serangan terhadap kelompok media Sony Pictures Entertainment dan Fox Broadcasting serta sejumlah lembaga penyiaran publik lainnya.
Penangkapan terbaru melibatkan Jake Davis, 19 dari Lerwick, Kepulauan Shetland, Ryan Ackroyd, 25, dari Doncaster, dan Darren Martyn, 25, dari Galway, Irlandia. Mereka dituntut atas dua konspirasi peretasan komputer.
Sementara Donncha O’Cearrbhail, 19, dari Birr, Irlandia menghadapi satu tuntutan konspirasi peretasan dan dugaan terpisah terkait pencurian data.
Polisi Irlandia juga menyebut bahwa mereka menangkap seorang lelaki yang terkait dengan penggerebekan tersebut.
Sedangkan Scotland Yard tidak menyebut nama lelaki berusia 17 tahun dari London Selatan yang juga dituduh dengan dua kejahatan komputer.
“Menilai dari tingkat aktivitasnya, sepertinya ada keretakan di dalam kelompok ini“
FBI menambahkan bahwa Jeremy Hammond – yang dikenal dengan nama Anarchaos – ditahan di Chicago terkait dengan tuduhan peretasan terhadap lembaga Startfor Desember silam. Diduga organisasi peretas Antisec mempublikasikan data yang dicuri ke sebuah situs pembagi data.
Berdasarkan surat dakwaan Monsegur Mei silam, disebutkan bahwa dia bertindak sebagai seorang ”simpatisan”, mengidentifikasi kelemahan dalam sistem komputer.
Bersama dengan peretas lainnya dia juga diduga menyerang situs Senat AS, perusahaan keamanan internet Unveillance, Visa, Mastercard dan Paypal.
FBI mengatakan dia menghadapi hukuman maksimal penjara lebih dari 124 tahun jika dinyatakan bersalah atas semua dakwaan.
Prof Alan Woodward, dari departemen komputer, Universitas Surrey menyatakan banyak peretas yang merasa dikhianati menyusul laporan bahwa Monsegur membantu polisi untuk menangkap peretas lainnya.
“Kelompok peretas Lulzsec sudah diam sejak pertengahan 2011 atau bertepatan dengan penangkapan Monsegur”.
“Menilai dari tingkat aktivitasnya, sepertinya ada keretakan di dalam kelompok ini,” tambah Woodward.
Sementara direktur riset keamanan Tren Micro, Rik Ferguson, menambahkan meski serangkaian penangkapan ini menandakan berakhirnya peretas Lulzsec, tetapi terlalu dini untuk menyatakan hal yang sama dengan Anonymous.
“Anonymous adalah organisasi yang berbeda dengan Lulzsec dan organisasi sejenis lainnya – setiap orang bisa dan melakukan tindakan atas nama Anonymous dan aktivitas mereka tidak memerlukan publisitas peretas individual atau penyingkapan detil yang secara personal memungkinkan untuk di identifikasi.”
“Fakta bahwa Sabu menjadi ‘selebritas’, menggambarkan perbedaan besar antara Lulzsec dan Anonymous.”
“Saya rasa para peretas yang harus kita khawatirkan adalah mereka yang tidak mempercayai siapapun dan tidak menginginkan kejayaan sejak awal,” ungkap Ferguson.
Sebuah pesan tweet disampaikan AnonymousIRC- yang mengaku sebagai “kedutaan Antisec” – menyatakan ”Kami berlayar dekat dengan angin, awak kami lengkap dan baik-baik saja.”
Sebuah pesan dari YourAnonNews menambahkan: ”Anonymous adalah hidra, potong satu kepala dan kami tumbuh dua.”
Categories: Berita Dunia Tags: Peretas, Tangkap







