Posts tagged "Somalia"

Liga sepak bola Somalia dimulai

  • 19 Desember 2014

Kirim

Stadion Mogadishu
Stadion di Mogadishu sempat menjadi pangkalan kelompok militan Al Shabab.

Somalia akan memulai pertandingan liga sepak bolanya hari ini di ibukota Mogadishu dengan peserta yang bertambah dari delapan menjadi 10 klub.

Beberapa pemain asing -antara lain dari Nigeria, Kenya, dan Uganda- bergabung dengan klub-klub Somalia.

Awal pekan ini, juara bertahan Liga Somalia, Benadir Sports Club, mengontrak pelatih asal Kenya, John Maura.

Semua klub bermarkas di Mogadishu dan sekitarnya karena sebagian wilayah di negara itu masih dibayang-bayangi ancaman konflik dan ketidakstabilan.

Pertandingan pertama akan digelar di stadion yang selama beberapa tahun menjadi tempat latihan kelompok militan Islam, Al Shabab.

Dari stadion itu pulalah Al Shabab berupaya untuk menguasai sebagian besar ibukota Mogadishu saat perang saudara masih berkecamuk dan kelompok militan ini melarang berbagai cabang olahraga, termasu sepak bola.

Bulan Maret lalu, raksasa sepak bola Spanyol, Barcelona, meluncurkan program untuk para pelatih di Somalia dengan nama Futbal Net.

Tujuannya adalah untuk untuk menghidupkan kembali sepak bola di kalangan anak-anak muda di negara yang baru bangkit dari kekacauan dan perang saudara selama 20 tahun.

Posted by admin - December 19, 2014 at 1:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , ,

Kisah pencari suaka Somalia di Medan

  • 8 Desember 2014

Kirim

Aydarus Mohamed adalah salah satu dari banyak pencari suaka yang terkatung-katung di Indonesia.

Ahmed, 30, kehilangan ayah dan saudaranya dalam konflik bersenjata di Somalia. “Hidup tidak mungkin di Somalia,” katanya.

Karena itulah dia memutuskan untuk pergi sejauh 11.000 kilometer untuk mencari hidup yang lebih baik.

Ketika dia bertemu seseorang yang berjanji bisa membawanya ke Australia, dia setuju untuk membayar US$ 4.000 (Rp49 juta) dan terbang dari Ethiopia ke Malaysia. Dia tinggal selama beberapa hari di Kuala Lumpur, Malaysia.

Satu hari, sekitar tengah malam, dia dan dua pria Somalia lain dibawa ke sebuah perahu yang dia kira akan membawa mereka ke Australia.

Namun ketika perahu mencapai pinggir pantai, mereka ditinggalkan oleh pria yang mereka bayar. Kemudian, barulah dia tahu bahwa dia tidak tiba di Australia, tetapi Indonesia.

Kisah Ahmed adalah satu dari ribuan kisah laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang memadati pusat detensi imigrasi di seluruh Indonesia.

Ada sekitar 10.000 pencari suaka di Indonesia, kebanyakan berasal dari negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika, yang ingin mencari hidup baru di Australia.

Jajak pendapat menunjukkan banyak orang Australia mendukung sikap pemerintah terhadap pencari suaka.

Namun pemerintah Australia tidak menginginkan mereka. Sejak pertengahan 2013, pemerintahan baru telah menerapkan kebijakan ketat untuk menghalangi upaya mereka.

Kapal-kapal yang memuat pencari suaka ditolak dan siapa pun yang bisa mencapai Australia akan ditahan di kamp-kamp lepas pantai.

Bahkan jika mereka adalah pengungsi, mereka tidak akan dizinkan bermukim di Australia, kata pemerintah mereka.

Terlalu penuh

Ahmed kini menghuni pusat detensi imigrasi di Medan. Rumah detensi memiliki kapasitas 150, namun saat ini hampir 400 orang tinggal di sana, termasuk puluhan anak-anak, sebagian masih berusia satu tahun.

“Ini merupakan beban bagi kami,” kata Purba Sinaga, Kepala Detensi Imigrasi Medan kepada wartawan BBC Alice Budisatrijo.

“Semua pusat detensi di Indonesia lebih dari kapasitas.”

BBC melihat tumpukan sampah yang tersebar di pusat penahanan imigrasi ini.

Ia mengatakan bangunan itu tidak dirancang untuk menyediakan akomodasi jangka panjang. Ini menjelaskan kurangnya fasilitas dasar seperti kamar tidur.

Bau keringat dan urin terasa menyengat di hidung. Bagian tengah bangunan, yang berfungsi sebagai ruang makan, secara teratur tergenang banjir.

Para pencari suaka mengatakan perkelahian sering terjadi karena ketegangan etnis, masalah personal atau hanya karena frustrasi.

Dalam satu ruangan dekat kantor petugas imigrasi, sekitar belasan anak-anak berdesakan untuk belajar. Gurunya juga pencari suaka yang tinggal di rumah detensi itu.

Usia anak-anak ini berkisar lima tahun hingga belasan tahun, tapi semua belajar hal yang sama – yaitu menggambar dan berbicara tentang awan dan pepohonan.

Tak ingin pulang

Kebanyakan imigran penghuni rumah detensi di Medan adalah warga Somalia. Mereka mengatakan mereka melarikan diri negara itu karena perang saudara dan kelompok ekstremis al-Shabab.

Aydarus Mohamed, 26, mengatakan al-Shabab membunuh orang tuanya dan kakaknya. “Saya ingin pergi ke negara manapun, Amerika, Australia, negara manapun. Saya tidak bisa hidup di Somalia. Saya tidak bisa kembali ke Somalia,” pintanya.

Aydarus dan adiknya Mahamud Mohamed telah disertifikasi sebagai pengungsi oleh UNHCR, namun tidak ada kejelasan kapan mereka akan ditempatkan di negara lain.

Para pencari suaka harus hidup dalam kondisi sempit, karena pusat detensi terlalu penuh.

Sebagian orang menceritakan bagaimana hidupnya terancam, namun sejumlah orang lain mengaku mereka mencari kehidupan yang lebih baik.

Pencari suaka yang hanya bermotif ekonomi seperti inilah yang ingin dihalangi oleh Australia dengan sejumlah kebijakan-kebijakan kerasnya.

Indonesia, bagaimanapun, tidak senang dengan sikap Australia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, Indonesia menyesalkan “keputusan sepihak oleh Australia”.

Dia mengatakan sikap itu berlawanan “dengan semangat kerjasama dan kolaborasi” antar dua negara.

Posted by admin - December 8, 2014 at 9:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , ,

Pengungsi Somalia ke Indonesia ‘melalui sindikat penyelundup’

  • 3 Desember 2014

Kirim

asylum seeker indonesia
Ribuan pencari suaka datang ke Indonesia setiap tahun dengan harapan bisa ke Australia.

Sejumlah pencari suaka asal Somalia mengaku membayar ribuan dolar kepada sindikat untuk bisa mencapai Australia.

Namun sebelum masuk Australia, mereka ditangkap aparat Indonesia saat berada di Medan, setibanya dari Malaysia.

“Seorang teman saya mengatakan ada orang yang bisa membantu ke Australia asal saya membayar mereka. Saya memberi mereka uang, dan kemudian saya terbang ke Ethiopia kemudian transit di Malaysia selama dua hari. Mereka kemudian membawa saya ke sini (Indonesia) dan mereka bilang ini Australia, tapi saya kemudian saya tahu bahwa ini adalah Indonesia,” kata seorang pencari suaka bernama Ahmed.

Hal yang sama diutarakan oleh pengungsi lain bernama Fatima.

“Sesudah sampai di Malaysia saya bertemu dengan mereka (sindikat) itu tapi saya tidak tahu apakah mereka orang Malaysia atau Indonesia karena paras kalian mirip dan dari Malaysia saya naik kapal ke Sumatera,” ujarnya.

Keduanya mengatakan sindikat mengutip uang antara US$ 2.000 hingga US$ 4.000 per orang.

Ahmed dan Fatimah termasuk 29 orang Somalia yang ditangkap aparat pada pertengahan November.

‘Sudah diendus’

kapal australia
Angkatan Laut Australia mencegat kapal pencari suaka yang diduga bertolak dari Indonesia.

Pihak Imigrasi Indonesia mengatakan sudah mengendus adanya praktik sindikat penyelundup manusia dari Somalia.

“Modusnya semua mengatakan demikian, melalui sindikasi mereka mengatakan dibawa ke sini, ada lima kasus yang yang sudah kita terima dengan Somalia sebagai pelaku penyelundupan manusia dan pihak kepolisian juga sudah banyak menangani kasus-kasus dengan Somalia sebagai pelaku,” kata Mirza Iskandar, Direktur Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian RI.

Beberapa laporan menyebutkan jumlah pencari suaka di Indonesia ada sekitar 10.000 orang, sebagian besar ingin masuk ke Austalia.

Pemerintah Australia sendiri sudah menyatakan tidak lagi menerima permohonan pencari suaka dan pengungsi yang transit di Indonesia untuk penempatan ke negara ketiga, bagi yang mendaftar ke UNHCR Indonesia setelah 1 Juli 2014.

Kebijakan baru tersebut mulai berlaku pada 18 November lalu.

Ahmed dan Fatimah -yang meninggalkan Somalia untuk menghindari perang saudara- mengatakan tidak mengetahui adanya kebijakan imigrasi Australia ini.

Pemerintah Indonesia mengatakan tidak bisa berbuat banyak terkait kebijakan Australia.

“Indonesia itu hanya negara transit dan yang bisa kami lakukan adalah menampung para pengungsi dan membantu mereka mendaftar untuk diproses UNHCR, tapi itu bisa memakan waktu lama dan tidak pasti juga,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jendral Imigrasi Heryanto.

Posted by admin - December 2, 2014 at 8:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Al Shabab menghukum rajam pemuda Somalia

  • 22 Oktober 2014

Kirim

Al-Shabab
Kelompok militan Al-Shabab menerapkan penafsiran Syariah Islam yang ketat.

Seorang pemuda Somalia dihukum rajam sampai mati oleh kelompok militan al-Shabab.

Pria berusia 18 tahun itu dieksekusi Selasa (21/10) di kawasan Shabelle Hilir di selatan Somalia.

“Hal ini memperlihatkan kami memiliki kekuatan untuk menghukum setiap orang yang melanggar Hukum Islam,” jelas Sheikh Mohammed Abu Abdalla -yang menyatakan diri sebagai gubernur di kawasan itu, kepada kantor berita Reuters, Rabu 22 Oktober.

Hakim yang menjatuhkan vonis mengatakan pria yang dirajam bersalah memperkosa seorang perempuan 28 tahun di bawah todongan senjata, di luar kampung perempuan itu, tiga hari sebelumnya.

Sementara korban perempuan tersebut dilaporkan akan mendapat sapi berusia dua setengah tahun, yang setara dengan nilai mas kawin di kawasan itu.

Al-Shabab menerapkan penafsiran ketat Syariah Islam dan bulan lalu menghukum rajam sampai mati seorang perempuan yang diduga berselingkuh di kota Barawe.

Kelompok militan ini sudah menyatakan kesetiannya kepada al-Qaeda dan belakangan ini kehilangan kendali atas sejumlah wilayahnya yang sebelumnya dikuasai setelah diserang tentara Somalia dan pasukan Persatuan Afrika.

Mereka melancarkan perjuangan bersenjata sejak tahun 2006 untuk memperjuangkan penerapan Syariah Islam di Somalia.

Posted by admin - October 22, 2014 at 5:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , ,

Somalia mengoperasikan ATM pertama

  • 8 Oktober 2014

Kirim

Somalia
ATM pertama di Somalia hanya untuk dolar Amerika Serikat.

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang pertama di Somalia mulai beroperasi di ibukota Mogadishu.

Beberapa orang masih tampak bingung untuk menggunakannya karena sama sekali belum pernah melihatnya, seperti dilaporkan wartawan BBC, Mohamed Moalimu.

ATM yang dioperasikan Bank Salaam Somalia itu berada di sebuah hotel kelas atas dan para pengguna bisa mengambil uang tunai dolar Amerika Serikat.

Sistem perbankan Somalia masih amat mendasar dan banyak warga yang tergantung pada pengiriman uang dari luar negeri.

Perkembangan ekonomi Somalia terhambat oleh konflik selama dua dekade, yang melibatkan suku maupun kelompok militan berazas agama.

Disambut baik

Saya tidak percaya ketika saya mendengar ada ATM baru

Omar Hassan

Dengan ATM baru ini, pelanggan juga bisa menarik uang tunai dari rekening internasional, dengan menggunakan kartu Visa, MasterCard, dan American Express.

Seorang juru bicara Bank Salaam Somalia mengatakan sejauh ini ATM masih terbatas untuk dolar AS.

“Mungkin kami akan menambah mata uang asing lainnya di masa depan. Kami merencanakan untuk membangun lebih banyak ATM di Mogadishu,” jelas Said Abukar.

Seorang pendatang dari Inggris, Omar Hassan, mengatakan ATM pertama itu sebagai ‘langkah maju yang besar’ bagi Somalia.

“Saya berada di Somalia lebih lama dari rencana awal jadi saya kehabisan uang tunai. Saya tidak percaya ketika saya mendengar ada ATM baru,” kata Hassan kepada BBC saat antri untuk menarik uang dari ATM.

Posted by admin - October 8, 2014 at 1:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , ,

Next Page »