Posts tagged "Protes"

Ribuan warga Yaman protes pemberontak Houthi

  • 24 Januari 2015

Kirim

Ribuan warga Yaman memprotes aksi pemberontak Houthi yang menguasai Ibu Kota Sanaa.

Ribuan warga Yaman berdemonstrasi, pada Sabtu (24/01), guna menentang kelompok pemberontak Houthi yang menguasai Ibu Kota Sanaa.

Para demonstran menyerukan yel-yel, ‘Tidak untuk Houthi’, selagi mereka berbondong-bondong menuju kediaman Abdrabbuh Mansour Hadi demi memintanya tetap menjadi presiden dan melaksanakan tugas negara, meski terdapat tekanan dari pemberontak.

Sehari sebelumnya Hadi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden karena kelompok Houthi tidak menghormati kesepakatan damai. Tindakan itu diikuti Khaled Baha yang memutuskan meletakkan jabatan perdana menteri. Sumber keamanan mengatakan kepada BBC bahwa Kepala Intelijen, Ali Hassan al-Ahmedi, juga hendak mundur.

Demonstrasi menentang kelompok Houthi yang beraliran Syiah dilaporkan juga berlangsung di sejumlah kota, tanpa intervensi milisi Houthi.

Abdrabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri sebagai presiden karena kelompok Houthi tidak mematuhi kesepakatan damai.

Peningkatan otonomi

Milisi Houthi, yang berjuang untuk mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, telah melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004 lalu.

Namun, aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014 lalu. Kelompok Houthi memapu mengalahkan kelompok milisi dan suku lainnya yang disokong Partai Sunni, Islah, selagi menerobos ke wilayah barat dan tengah negeri.

Puncaknya berlangsung bulan ini ketika mereka mampu menguasai Ibu Kota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Hadi.

Pemberontak Houthi mampu menguasai Ibu Kota Sanaa dan menyandera staf kepresidenan.

Pemberontak Houthi lalu menyampaikan serangkaian tuntutan, yang mencakup perluasan perwakilan Houthi di parlemen dan sejumlah institusi negara.

Sebagai gantinya, mereka akan menarik pasukan milisi dari Sanaa dan membebaskan tawanan. Namun, sejauh ini, mereka belum mematuhi kesepakatan tersebut.

Posted by admin - January 24, 2015 at 1:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Aparat akhiri protes pencari suaka di Pulau Manus

  • 20 Januari 2015

Kirim

Para pencari suaka, yang sebagian besar berasal dari Afghanistan, Sri Lanka, Irak, dan Iran, ditampung di Pulau Manus.

Aparat keamanan di Pulau Manus, pusat penahanan pencari suaka Australia yang terletak di lepas pantai Papua Nugini, menerobos barikade para pencari suaka yang tengah melakukan aksi mogok makan dan menyeret puluhan orang ke sel isolasi.

Para petugas keamanan, yang memakai perlengkapan anti huru-hara, dilaporkan menerobos barikade sejumlah pengunjuk rasa untuk membubarkan aksi protes yang telah berlangsung selama dua hari.

Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton memuji “cara teladan” dalam merespons aksi protes tersebut. Dia mengatakan memang ada ” kekerasan” yang digunakan, tetapi mengatakan situasi tersebut tidak mengakibatkan “konflik antara para pengunjuk rasa dan polisi”.

Dutton mengatakan kepada ABC bahwa pihak berwenang memasuki kompleks para pencari suaka “untuk memberikan dukungan” dan bantuan medis.

Menurutnya, pemerintah Papua Nugini dan perusahaan Transfield—yang dikontrak untuk mengelola pusat penanahanan Pulau Manus—telah menangani aksi unjuk rasa itu dengan “sangat baik”.

Para petugas kepolisian dikatakan tengah mencari pimpinan pengunjuk rasa yang dituding oleh pihak Australia telah memprovokasi aksi protes ini.

Ian Rintoul, juru bicara kelompok kampanye Koalisi Aksi Pengungsi, mengatakan kepada BBC bahwa 58 orang telah diseret ke sel isolasi, beberapa di antara mereka dilaporkan menderita luka ringan.

Belum diketahui jelas situasi di kamp tersebut, namun Rintoul mengatakan ratusan pencari suaka masih melakukan aksi mogok makan.

Media tidak diijinkan untuk memasuki lokasi dan pernyataan-pernyataan baik dari pemerintah maupun dari para pendukung pencari suaka tidak dapat dikonfirmasi secara independen sehingga sejumlah laporan sulit untuk diverifikasi.

Media tidak diijikan memasuki pusat penahanan di Pulau Manus.

Bentrok

Pulau Manus menjadi tempat kerusuhan Februari 2014 lalu. Saat itu warga setempat memasuki fasilitas dan bentrok dengan para tahanan. Salah satu pencari suaka tewas dan sedikitnya 70 orang terluka dalam aksi kekerasan itu.

Aturan yang dibuat pemerintah Australia sebelumnya mengatakan tidak ada satupun dari para pencari suaka itu dapat bermukim di Australia.

Pemerintah mengatakan peraturan tegas itu diterapkan agar tidak ada lagi sejumlah kapal pencari suaka yang tenggelam ketika menempuh perjananan berbahaya ke Australia.

Menurut laporan media setempat, hanya ada satu kapal yang bisa mencapai Australia selama 2014, sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 401 pengungsi mendarat di pantai negara tersebut.

Sebagian besar pencari suaka berasal dari Afghanistan, Sri Lanka, Irak, dan Iran. Mereka bertolak dari pantai Indonesia menuju Australia melalui Pulau Christmas.

Posted by admin - January 20, 2015 at 6:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , , ,

Polisi Kenya pakai gas air mata untuk bubarkan protes murid SD

  • 19 Januari 2015

Kirim

Unjuk rasa murid SD di Nairobi
Unjuk rasa murid-murid SD dilakukan untuk menentang pengambilalihan halaman sekolah.

Polisi di ibu kota Kenya, Nairobi, menggunakan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa oleh murid-murid sekolah dasar, yang memprotes pengambilalihan halaman sekolah oleh pengembang perumahan, hari Senin (19/01).

Polisi, dengan anjing pelacak, membubarkan para pemrotes -dilaporkan banyak yang baru berusia enam tahun- setelah mereka merobohkan pagar baru, yang dibangun untuk memisahkan gedung sekolah dan halaman yang selama ini dipakai untuk bermain.

Unjuk rasa di kompleks sekolah yang terletak di dekat bandar udara di Nairobi ini diikuti oleh sekitar 100 murid-murid sekolah dan beberapa pegiat.

Foto-foto yang diunggah ke media sosial Twitter memperlihatkan anak-anak yang terkepung dan terkena asap dari gas air mata.

Unjuk rasa murid SD di Nairobi
Unjuk rasa murid SD di Nairobi diikuti oleh sekitar 100 anak dan beberapa pegiat.

Wartawan kantor berita AFP di lokasi kejadian mengatakan para murid ini harus menyelamatkan diri dari asap tersebut.

Sejumlah pejabat setempat menyatakan bahwa menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi yang dilakukan anak-anak ini sama sekali tidak bisa diterima dan menembahkan bahwa kasus ini sedang diselidiki.

Posted by admin - January 19, 2015 at 2:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , , , ,

Protes Charlie Hebdo di Niger, gereja dibakar

  • 18 Januari 2015

Kirim

Gereja dan Pusat Budaya Prancis menjadi sasaran para demonstran

Sedikitnya tiga orang tewas dan enam gereja diserang di Niger dalam aksi protes terhadap majalah Prancis Charlie Hebdo yang menerbitkan kartun bergambar Nabi Muhammad.

Protes dimulai di luar masjid raya Niamey dan dilaporkan menyebar ke sejumlah daerah di negara itu, satu hari setelah lima orang tewas di kota Zinder Niger.

Demonstrasi di Niger, yang merupakan bekas negara koloni Prancis, diikuti oleh ratusan orang yang berkumpul di luar masijid raya Niamey dengan meneriakkan “Allahu Akbar”.

Selain gereja, bangunan lain milik non Muslim juga menjadi target, seperti bar, hotel dan kantor.

Pastor Zakaria Jadi, salah satu pemimpin gereja yang terbakar di Niamey, mengatakan dia tengah menggelar rapat dengan tetua gereja ketika mendengar adanya serangan.

‘Saya tergesa-gesa dan mengatakan kepada rekan saya di Gereja untuk membawa keluarga mereka ke sebuah tempat,” kata dia kepada BBC World Service. “Saya membawa keluarga sayakeluar dari tempat itu, Ketika saya kembali saya menemukan semuanya telah habis. Tidak ada yang tersisa di rumah saya dan juga di gereja.”

Tidak memahami Islam

Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengecam tindakan kekerasan dan meminta agar warganya tetap tenang.

Perusakan dilakukan terhadap bangunan milik orang Kristen di Niger

Mahamadou Issoufou, merupakan salah satu dari pemimpin negara Afrika yang bergabung bersama pemimpin negara lain melakukan aksi persatuan di Paris setelah serangan terhadap Charlie Hebdo.

“Mereka yang menjarah tempat ibadah, yang menodainya dan membunuh saudara satu daerah yang beragama Kristen… sama sekali tidak memahami tentang Islam,” kata dia setelah aksi kekerasan pada Sabtu (18/01).

Dalam demonstrasi Jumat lalu di kota Zinder, para pemrotes menyasar toko milik pemeluk Kristen dan Pusat Budaya Prancis.

Di Somalia, para pemrotes memegang tulisan “Saya Muslim dan Saya cinta Nabi’

Pekan lalu, pria bersenjata menyerang kantor Charlie Hebdo di Paris menewaskan 12 orang.

Cover majalah yang dicetak setelah penyerangan menampilkan kartun Nabi Muhammad membawa tulisan “Say Charlie”, terjual tujuh juta eksemplar, padahal sebelumnya hanya 60.000 setiap cetak.

Banyak Muslim yang menganggap menggambar nabi merupakan tindakan yang menyerang. Protes terjadi di sejumlah negara seperti Sudan, Pakistan, Aljazair, dan Somalia.

Posted by admin - January 18, 2015 at 4:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Protes Charlie Hebdo, empat tewas di Nigeria

  • 17 Januari 2015

Kirim

Massa membakar dan merusak gereja dan bangunan pusat kebudayaan Prancis di Nigeria.

Sedikitnya empat orang tewas terbunuh dalam aksi kekerasan menolak majalah satir Prancis, Charlie Hebdo di kota Zinder, Nigeria, kata pejabat pemerintah setempat.

Sejumlah gereja dan pusat kebudayaan Prancis merupakan bangunan yang dirusak dan dibakar oleh para pemrotes.

Seorang polisi dan tiga warga sipil tewas dalam protes di Zinder setelah sholat Jumat, demikian menurut sumber polisi yang dikutip Kantor berita Reuters.

“Beberapa demonstran menggunakan senjata berupa busur. Bentrokan terjadi di beberapa tempat,” tambah sumber itu.

Kantor berita AFP, yang mengutip keterangan pejabat setingkat menteri mengatakan, puluhan orang terluka akibat aksi kekerasan tersebut.

Seorang penduduk setempat mengatakan, para pengunjuk rasa menyerbu gereja-gereja dan toko-toko yang dikelola orang-orang Kristen.

‘Charlie adalah setan’

“Para pengunjuk rasa berteriak ‘Charlie adalah Setan’,” kata pemilik sebuah toko di Zinder, melalui telepon.

Pusat kebudayaan Perancis di kota itu juga diserang, kata direkturnya Kaoumi Bawa.

Menurutnya, sekitar 50 orang menghancurkan pintu dan membakar kantin, perpustakaan dan ruangan kantor.

Di Karachi, Pakistan, sekelompok orang juga menggelar unjuk rasa anti ‘Charlie Hebdo’ yang berakhir rusuh.

Hari Jumat lalu, sejumlah protes digelar di berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam terhadap majalah itu yang memuat gambar kartun Nabi Muhammad.

Kartun ini diterbitkan sepekan setelah sejumlah pria bersenjata menembak mati dua belas orang di kantor redaksi majalah tersebut di Paris.

Edisi terakhir majalah itu, yang terbit setelah serangan, menampilkan kartun sosok Nabi Muhammad tengah menangis dan memegang kertas bertuliskan “Saya Charlie”.

Protes menolak majalah itu juga digelar di Karachi, Pakistan, serta di ibu kota Sudan, Khartoum dan ibu kota Aljazair, Aljir, yang berakhir dengan kekerasan.

Posted by admin - January 17, 2015 at 8:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Next Page »