Posts tagged "Protes"

Ribuan orang protes pembunuhan di AS

  • 14 Desember 2014

Kirim

Ribuan orang berjalan dari Freedom Plaza ke gedung parlemen AS yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Ribuan orang berpartisipasi dalam pawai di Washington DC, Sabtu (13/12) waktu setempat, guna memprotes sejumlah pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi.

Koresponden BBC, Rajini Vaidyanathan, mengatakan para peserta pawai memadati Pennsylvania Avenue dan berjalan dari Freedom Plaza ke gedung parlemen AS atau Capitol yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Di antara para peserta pawai terdapat keluarga Michael Brown, yang ditembak di Kota Ferguson, Negara Bagian Missouri. Ada pula kerabat Eric Garner, yang tewas akibat dicekik saat ditahan di New York.

Bersama ribuan orang lainnya, mereka mengusung spanduk bertuliskan ‘Stop polisi rasis’ dan ‘Saya tidak bisa bernapas’—yang merujuk pada seruan mendiang Eric Garner ketika dibekuk polisi.

“Lautan manusia yang luar biasa. Jika mereka tidak melihat ini dan membuat perubahan, saya tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan. Terima kasih atas dukungan Anda,” kata Lesley McSpadden, ibu Michael Brown, kepada khalayak.

Pendeta Al Sharpton, yang dikenal sebagai pembela hak-hak sipil di Amerika Serikat, menyerukan aksi legislative yang mendorong perubahan baik di kitab pidana maupun di jalan-jalan.

Adapun penyelenggara pawai di New York, Umaara Elliott, mendesak aksi di setiap tingkatan pemerintah guna memastikan pembunuhan rasis oleh polisi dihentikan.

Kematian Eric Garner dan Michael Brown memicu aksi protes di sejumlah kota di AS.

Kematian

Pada awal bulan ini, dewan juri pengadilan New York memutuskan untuk tidak mendakwa seorang polisi kulit putih terkait dengan kematian Eric Garner.

Garner tewas Juli lalu setelah seorang polisi bernama Daniel Pantaleo membekuknya. Peristiwa penangkapan itu direkam seorang pejalan kaki. Dalam insiden itu, Garner, 43, terdengar berseru, “Saya tidak bisa bernapas!” saat Pantaleo berupaya membekuk dengan menahan leher.

Keputusan dewan juri dalam kasus kematian Garner mengemuka sepekan setelah dewan juri di Negara Bagian Missouri memutuskan untuk tidak mendakwa polisi berkulit putih, Darren Wilson, yang menembak mati remaja kulit hitam Michael Brown di Ferguson, Agustus lalu.

Para pengunjuk rasa menuntut perubahan dalam kitab pidana AS yang memastikan pelaku pembunuhan tidak bisa lolos dari jeratan hukum.

Posted by admin - December 14, 2014 at 5:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , ,

Pemimpin protes Hong Kong akan ‘menyerahkan diri’

  • 2 Desember 2014

Kirim

Chan Kin-man, Benny Tai dan Chu Yiu-ming
Chan Kin-man, Benny Tai dan Chu Yiu-ming juga menyerukan kepada pemrotes untuk mundur.

Tiga pendiri gerakan demonstrasi Hong Kong mengatakan akan menyerahkan diri Rabu 3 November besok menyusul bentrokan antara polisi dan pemrotes selama beberapa hari.

Mereka adalah Chan Kin-man, Benny Tai, dan Chu Yiu-ming yang sebelumnya mendirikan gerakan yang disebut sebagai Occupy Central with Love and Peace, OCLP, atau Duduki Central dengan Cinta dan Perdamaian).

Aksi itu merupakan bentuk pembangkangan sipil menentang kebijakan pemerintah Cina yang dianggap mencampuri penentuan calon-calon yang boleh turun dalam pemilihan pemimpin Hong Kong.

“Tiga inisiator OCLP dan sebagian pendukung kami telah memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi besok, tanggal 3 Desember untuk menunjukkan semangat komitmen dan tanggung jawab,” kata Benny Tai seperti dikutip kantor berita APTN.

protes mahasiswa
Sebagian mahasiswa masih menduduki beberapa lokasi di pusat kota.

Ia juga mendesak mahasiswa yang masih berdemonstrasi di sejumlah lokasi agar membubarkan diri. Benny Tai sebaliknya mendesak mereka mengubah gerakan prodemokrasi dengan jalan menumbuhkannya di masyarakat.

Namun beberapa pemimpin mahasiswa justru menyerukan agar protes lebih digalakkan menyusul bentrokan aparat keamanan dengan pengunjuk rasa.

Wartawan BBC di Hong Kong, John Sudworth, melaporkan salah seorang pemimpin mahasiswa Joshua Wong baru saja mulai mogok makan untuk menuntut perundingan agar Cina mencabut rencana menentukan calon-calon yang boleh terjun dalam pemilihan tahun 2017.

Posted by admin - December 2, 2014 at 7:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , , ,

Protes atas larangan kantung plastik di Pantai Gading

  • 26 November 2014

Kirim

Unjuk rasa di Pantai Gading
Seorang pengunjuk rasa cedera dan beberapa ditangkap dalam unjuk rasa di Abidjan.

Unjuk rasa warga Pantai Gading menentang larangan kantung plastik diwarnai kekerasan sampai polisi melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Warga berkumpul di depan kantor perdana menteri di kota perdagangan Abidjan dan membentangkan poster dan spanduk menentang larangan itu.

Kantung plastik digunakan secara meluas di Pantai Gading -dan juga beberapa negara Afrika lain- untuk menjual air dalam porsi kecil dan unjuk rasa dilaporkan digerakkan Persatuan Penjual Air.

Polisi kemudian berupaya membubarkan aksi protes dengan menggunakan pentungan dan belakangan melepas tembakan gas air mata.

Seorang pengunjuk rasa dilaporkan cedera dan sejumlah orang ditangkap.

Pemerintah Pantai Gading memberlakukan larangan produksi kantung plastik dan distribusinya mulai Bulan November untuk melindungi lingkungan karena biasanya kantung plastik dibuang begitu saja setelah airnya dipakai.

Unjuk rasa di Pantai Gading
Larangan dianggap akan menyebabkan ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Namun keputusan itu dianggap akan menimbulkan sejumlah orang kehilangan lapangan kerja.

“Larangan atas kantung plastik, kematian 200.000 keluarga,” seperti tertulis dalam sebuah spanduk yang dibawa pengunjuk rasa.

Gervais Ekoun -Ketua Persatuan Penjual Air yang beranggotakan 184 perusahaan- menegaskan akan tetap menggelar aksi unjuk rasa sampai pemerintah mengambil langkah alternatif untuk praktek yang disebutnya sudah berlangsung selama 40 tahun belakangan.

“Kami tidak mau mati karena kelaparan. Kami berkumpun untuk menentang langkah larangan kantung plastik yang tidak tepat waktunya,” jelas Ekoun, seperti dikutip kantor berita AFP.

Dia memperkirakan larangan juga akan menyebabkan kehilangan investasi untuk pabrik dan bahan untuk produksi senilai US$ 11,4 juta dan ribuan lapangan kerja.

Posted by admin - November 25, 2014 at 7:06 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , , ,

Otoritas Hong Kong bersihkan lokasi protes di Mong Kok

  • 25 November 2014

Kirim

Aksi pembersihan dilakukan menyusul keluhan warga.

Otoritas di Hong Kong mulai membersihkan sebagian lokasi protes aktivis prodemokrasi di Mong Kok, setelah meminta demonstran di sana untuk pergi.

Aksi ini dilakukan untuk menegakkan perintah pengadilan, menyusul keluhan warga dan bisnis yang merasa terganggu.

Para pengunjuk rasa tampaknya tidak menolak untuk diusir, dan beberapa orang telah menurunkan tenda dan barikade mereka.

Aktivis telah melakukan protes di jalanan sejak awal Oktober, menuntut kebebasan memilih pemimpin dalam pemilu 2017.

China, bagaimanapun, mengatakan kandidat pemimpin Hong Kong akan tetap dipilih oleh komite di Beijing untuk selanjutnya dipilih oleh warga.

Jumlah demonstran menurun drastis sejak Oktober lalu.

Para pengunjuk rasa awalnya berjumlah puluhan ribu saat kerusuhan Hong Kong pertama dimulai, namun jumlahnya terus turun hingga beberapa ratus.

Sedikit kemajuan

Sementara upaya oleh kedua belah pihak untuk mencapai kompromi hanya membuat sedikit kemajuan.

Operasi pembersihan pada Selasa (25/11) berfokus pada daerah sekitar Jalan Argyle dan Nathan, distrik komersial dan wisata yang sibuk.

Ini juga tempat bentrokan antara anggota masyarakat, pengunjuk rasa dan polisi.

“Demonstran harus berkemas dan pergi sekarang. Jika tidak, [barang-barang mereka] akan ditangani sebagai sampah,” kata Maggie Chan, pengacara perusahaan bus yang memperoleh perintah untuk membersihkan jalan, seperti dikutip South China Morning Post.

Pekan lalu, petugas juga membongkar pagar-pagar besi yang dipasang di dekat gedung perkantoran Citic Tower.

Posted by admin -  at 8:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , , ,

Bentrokan warnai protes anti Piet Hitam

  • 16 November 2014

Kirim

Demonstran anti-Piet Hitam menganggap tokoh itu ialah cerminan perilaku rasisme.

Bentrokan antara kepolisian dan demonstran mewarnai permulaan prosesi Sinterklaas di Kota Gouda, Belanda.

Kepolisian mengatakan sebanyak 90 orang telah ditahan lantaran mereka dilarang berdemonstrasi di lokasi prosesi. Karena para demonstran berkeras untuk bertahan, bentrokan pun tidak terelakkan.

Kota Gouda dipilih sebagai penyelenggara awal prosesi Sinterklaas di Belanda. Festival itu ialah bagian dari rangkaian perayaan menyambut Natal.

Dalam cerita anak-anak negara itu, Sinterklaas digambarkan datang dari Spanyol menggunakan kapal uap. Bersama dia, turut sejumlah pembantunya yang bernama Piet Hitam.

Sinterklaas di Belanda selalu ditemani para pembantunya yang berkulit hitam.

Secara tradisi, Piet Hitam diperankan oleh orang-orang kulit putih yang mengecat hitam diri mereka, memakai wig kribo, dan memerahkan bibir.

Sebagian warga Belanda menganggap hal tersebut bagian dari tradisi dan menggelitik. Namun, di sisi lain, ada pula yang memandang Piet Hitam sebagai perilaku rasis.

Di Gouda, saat prosesi digelar, puluhan orang memajang spanduk bertuliskan ‘Piet Hitam ialah rasis’.

Tahun lalu, ratusan orang juga menggelar protes serupa di Amsterdam.

Imbasnya, awal tahun ini, pengadilan wilayah Amsterdam mengatakan Piet Hitam “dengan bibir tebal merah, digambarkan sebagai orang bodoh, membangkitkan stereotipe negatif terhadap orang-orang berkulit hitam”.

Pengadilan lalu memerintahkan otorita Kota Amsterdam untuk meninjau ulang penyelenggaraan Natal yang menyertakan Piet Hitam.

Posted by admin - November 16, 2014 at 10:06 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Next Page »