PBB : Liga Arab coba lagi misi ke Suriah
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyampaikan pidato tentang rencana misi Liga Arab.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Liga Arab berencana untuk memulai kembali misi ke Suriah, dan telah meminta bantuan dari PBB.
Ban mengatakan ‘malapetaka’ kegagalan untuk menyepakati resolusi PBB terhadap Suriah telah mendorong Damaskus “untuk bertindak lebih jauh dalam memerangi rakyatnya”.
Komunitas internasional berjuang mencari cara penyelesaian krisis setelah Rusia dan Cina memblokade resolusi pekan lalu.
Pasukan Suriah melanjutkan serangan terhadap wilayah yang menjadi basis oposisi di negara itu.
Ratusan orang tewas di pusat Kota Homs setelah serangan besar-besaran oleh pasukan pemerintah.
Dalam pidatonya kepada PBB, Ban mengatakan: “Saya khawatir menyaksikan sesuatu yang mengerikan di Homs, menembaki masyarakat sipil dengan senjata, menandakan sesuatu yang lebih menyeramkan akan terjadi”.
Dia mengatakan Ketua Liga Arab Nabil el-Arabi mengatakan bahwa dia berencana untuk memulai kembali sebuah misi monitoring ke Suriah, yang sebelumnya berakhir akibat kekerasan meningkat.
Ban mengatakan Arabi meminta kepada PBB untuk membantu dengan proyek dan mengusulkan misi pemantauan gabungan PBB-Liga Arab, termasuk utusan khusus gabungan.
“Dalam beberapa hari, kami akan berunding dengan dewan sebelum membahas secara rinci (rencana itu),” kata Ban.
“Kami bersedia untuk mendampingi dengan cara apapun yang akan menyumbang pada perbaikan di lapangan.”
Kekerasan di Suriah telah menyebabkan ratusan orang tewas di Homs pekan ini.
Sebelumnya, AS menolak permintaan Rusia untuk menggelar pembicaraan anttara pemerintah Suriah dan oposisi.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah melewatkan ‘kesempatan’ untuk dialog.
“Sejak beberapa hari (pertama) dalam situasi di Suriah, ada kesempatan bagi rejim Assad untuk mengajak dialog dengan oposisi,” kata Jay Carney.
“Bukannya mengambil kesempatan itu, Assad justru melakukan tindakan brutal terhadap rakyatnya sendiri. Kami tidak berpikir bahwa kesempatan itu ada lagi.
“Ini jelas bahwa Assad memilih jalan itu dan pilihannya telah menyebabkan banyaknya korban tewas di Suriah, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.”
Menteri Luar Negeri Suriah Sergei Lavrov, yang berkunjung ke Damaskus, Selasa, telah mengatakan bahwa Presiden Assad telah siap berdialog dengan “seluruh pasukan politik” untuk mengakhiri kekerasan.
Tetapi komentarnya diabaikan dan kekerasan di seluruh Suriah terus berlanjut.
Carney mengatakan bahwa AS berencana untuk bertemu dengan mitra internasionalnya untuk mendiskusikan cara untuk menghentikan kekerasan di Suriah dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
AS benarkan misi pesawat tanpa awak di Pakistan
Obama mengatakan misi penyerangan dengan pesawat tanpa awak dinilai memiliki resiko yang lebih kecil.
Presiden AS, Barack Obama membenarkan bahwa pesawat tanpa awak milik militer negara itu secara rutin melakukan serangan yang menyasar kelompok yang dicurigai sebagai militan di wilayah Pakistan.
Obama menyebut serangan itu “mengincar sejumlah orang yang mask dalam daftar teroris yang aktif.”
Pemerintah AS sebelumnya tidak pernah secara rutin mengungkapkan kepada publik tentang operasi pesawat tanpa awak ini.
Pernyataan Obama ini disampaikan saat dia terlibat perbincangan video selama satu jam dalam situs jejaring sosial milik Google, Google+ dan juga disiarkan secara langsung melalui Youtube.
Lebih dari 130.000 pertanyaan masuk sebelum acara itu dimulai dan enam orang pengguna situs itu diundang bergabung dalam acara tersebut.
Saat ditanya soal aksi serangan pesawat tanpa awak di wilayah Pakistan yang cenderung meningkat saat dia menjabat sebagai Presiden AS, Obama mengatakan “banyak serangan sudah dilakukan di Fata atau salah satu wilayah kesukuan Pakistan.
“Bagi kami jika menggunakan cara lain mungkin akan lebih banyak melibatkan aksi militer dan personil dibandingkan dengan cara yang kami gunakan selama ini (menggunakan pesawat tanpa awak)“
“Serangan itu mengincar tersangka anggota al-Qaeda yang berada di daerah yang sangat sulit di sepanjang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan,” kata Obama.
“Bagi kami jika menggunakan cara lain mungkin akan lebih banyak melibatkan aksi militer dan personil dibandingkan dengan cara yang kami gunakan selama ini (menggunakan pesawat tanpa awak).”
Menurut kantor berita AFP pada tahun 2011 lalu pesawat tanpa awak milik AS telah menembakan 64 rudalnya ke wilayah perbatasan antara Pakistan dengan Afghanistan, jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2010.
Aksi serangan ini kerap menimbulkan kemarahan warga di Pakistan karena tidak sedikit yang justru mengakibatkan warga sipil tewas atau mengalami luka.
Sikap anti-AS bahkan semakin mencuat pasca dilakukannya operasi rahasia yang menwaskan Obama bin Laden tahun 2011.
Operasi ini dilakukan secara diam-diam tanpa diketahui pihak keamanan Pakistan.
Liga Arab tunda misi pemantauan di Suriah
Korban tewas terus berjatuhan meski Liga Arab telah mengirim tim pemantau ke Suriah.
Liga Arab mengatakan mereka menunda misi pemantauan yang kontroversial di Suriah karena kasus kekerasan yang terus meningkat, meskipun sejumlah pemantau tetap berada di negara itu.
Misi yang dibentuk pada Desember lalu ini bertujuan untuk memantau apakah Damaskus memenuhi usulan yang telah diajukan oleh Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara itu.
Sejumlah negara anggota Liga Arab sebelumnya telah menarik diri dari misi tersebut akibat tindakan kekerasan yang terus dilakukan oleh keamanan Suriah.
Damaskus sendiri menuding Liga Arab terus berupaya meningkatkan tekanan untuk melibatkan campur tangan asing di negara itu.
“Mengingat memburuknya krisis di Suriah dan terus berlanjutnya penggunaan kekerasan. ..maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah,” kata Sekjen Liga Arab, Nabil el-Arabi.
Dia menambahkan persoalan itu sekarang tengah dibicarakan dengan dewan Liga Arab.
Sementara itu pemerintah Suriah menyesalkan penghentian misi tersebut.
“Pemerintah Suriah terkejut dan menyesal dengan keputusan yang diambil el-Arabi untuk menunda misi pemantauan setelah pada minggu lalu memutuskan untuk memperpanjang misi tersebut selama satu bulan,” bunyi pernyataan yang dilansir oleh kantor berita Suriah, Sana pada situs resminya.
“Mengingat memburuknya krisis di Suriah maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah“
“Ini akan memberikan dampak negatif dan menempatkan tekanan pada Dewan Keamanan PBB untuk membahas hal itu dan tujuan akhirnya adalah meminta keterlibatan asing dan mendorong keterlibatan kelompok bersenjata lain yang justru akan meningkatkan kekerasan,” kata seorang pejabat Suriah kepada stasiun televisi milik pemerintah, Syria TV.
Sebelumnya misi pemantauan Liga Arab ini juga telah mendapat kritikan dari kelompok oposisi, mereka mengatakan misi ini sebagai misi yang tidak mempunyai gigi.
Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher mengatakan penghentian misi ini bukanlah sebuah kejutan setelah sejumlah aktivisi HAM menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan misi ini untuk mengulur waktu.
Misi ini juga tidak berhasil menekan angka korban kekerasan di negara itu karena setidaknya 200 orang yang tewas sejak misi itu diperpanjang selama sebulan pada Selasa lalu.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, Liga, Misi, pemantauan, Suriah, tunda
Liga Arab perpanjang misi di Suriah
Sejumlah serangan masih terjadi di Suriah termasuk di Idlib, di barat laut Suriah.
Para menteri luar negeri Liga Arab yang mengadakan pertemuan di Kairo memperpanjang misi pengawas di Suriah selama satu bulan walaupun dikritik tidak efektif.
Para pejabat di Mesir mengatakan jumlah para pengawas juga akan ditingkatkan.
Liga Arab ingin meningkatkan tekanan terhadap Suriah agar menghentikan tindakan kekerasan terhadap demonstran anti pemerintah.
Misi Liga Arab di Suriah dikritik keras para aktivis yang mengatakan organisasi itu dimanipluasi oleh Suriah dan tidak berbuat banyak untuk menghentikan pembunuhan dan kekerasan.
Pemerintah Suriah diperkirakan akan menyepakati perpanjangan misi pengawas itu.
Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan para pejabat Suriah diperkirakan akan senang atas keputusan liga itu karena mereka tidak khawatir atas kedatangan misi pengawas.
Para menteri luar negeri Liga Arab bertemu di Kairo untuk membicarakan kesimpulan yang diambil oleh kepala misi di Suriah Jendral Mohammed al-Dabi.
Kelompok oposisi, Dewan Nasional Suriah, secara resmi telah meminta liga untuk mengajukan masalah di negara itu ke Dewan Keamanan PBB.
Dalam perkembangan terpisah, paling tidak 14 orang meninggal setelah satu bus yang membawa para tahanan meledak di kawasan barat laut Suriah, menurut sejumlah laporan.
Kantor berita Sana mengatakan bus polisi itu diserang kelompok bersenjata di jalan raya Idlib-Ariha.
Kelompok oposisi memastikan terjadinya serangan itu namun tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab.
Para aktivis mengatakan pemberontak bersenjata kemudian menyerbu rumah sakit pemerintah dan menemukan 60 mayat di kamar jenazah, sebagian diantaranya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan.
Aktivis hak asasi juga mengatakan 30 jenazah yang tidak diidentifikasi ditemukan di rumah sakit nasional Idlib.
PBB mengatakan lebih dari 5.000 warga sipil tewas sejak pemberontakan anti pemerintah dimulai Maret lalu.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, Liga, Misi, Perpanjang, Suriah
Pemantau Liga Arab mengawali misi di Suriah
Para aktivis Suriah mengatakan militer berulang kali mengeluarkan tembakan ke warga di Homs.
Pemantau Liga Arab mulai menjalankan tugas di Suriah untuk mengawasi penerapan kesepakatan guna mengakhiri kekerasan di Suriah.
Tim terdiri dari 50 orang pemantau dan 10 pejabat. Mereka berada di Suriah beberapa hari setelah tim aju tiba di Damaskus.
Tugas utama tim pemantau adalah mengawasi pelaksanaan prakarsa Liga Arab yang telah disepakati oleh pemerintah Suriah. Berdasarkan kesepakatan seluruh tentara harus ditarik dari daerah-daerah konflik.
Ketua misi pemantau Liga Arab Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi mengatakan dia menuju Homs hari Selasa (27/12).
“Saya menuju Homs. Sampai saat ini mereka sangat kooperatif,” kata jenderal dari Sudan itu seperti dikutip kantor berita AFP.
Sejumlah aktivis mengatakan beberapa tank pasukan pemerintah mulai mundur dari kota Homs, lokasi bentrokan berdarah antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.
Pemerintah Suriah telah berjanji akan memberikan keleluasan bergerak secara penuh kepada pemantau Liga Arab tetapi pengamanan tim diserahkan kepada Suriah.
Misi Liga Arab dipimpin oleh Jenderal Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Suriah Jihad Makdisi mengatakan pemantu mempunyai kebebasan bergerak sesuai dengan protokol yang ditandatangani oleh Suriah dan Liga Arab.
Berdasarkan kesepakatan, tim pemantau dilarang masuk ke objek-objek militer vital.
Pemantau Liga Arab mengatakan mereka ingin melihat situasi dan kondisi di Homs secara langsung.
Meski jumlah pemantau Liga Arab di Suriah sekarang baru 50 orang, Liga Arab berencana akan menambah anggota menjadi 200 orang dan mereka dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan kubu oposisi.
PBB mengatakan penumpasan terhadap pengunjuk rasa antipemerintah sejauh ini telah menewaskan 5.000 orang.
Pergolakan menentang Presiden Bashar al-Assad di Suriah dimulai pada Maret menyusul gerakan serupa di negara-negara Arab.
Sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan terbaru pada Senin. Kekerasan terjadi di distrik Baba Amr dan Talbisseh.





