PM Inggris bawa misi perdagangan ke Indonesia
PM inggris David Cameron mengunjungi Jepang, Indonesia dan Malaysia
Perdana Menteri Inggris David Cameron tiba di Jakarta Rabu (11/04) siang di Bandar Udara Halim Perdanakusuma bersama rombongan yang terdiri dari pengusaha dan sejumlah menteri, termasuk Menteri Perdagangan Lord Green.
Ini adalah kunjungan pertama Cameron Ke Indonesia sejak terpilih menjadi perdana menteri pada 2010.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning, mengatakan kunjungan ini adalah simbol pentingnya Indonesia untuk Inggris.
“Perdana Menteri ingin menyampaikan penghargaannya atas pesatnya pembangunan yang dicapai Indonesia dalam satu dekade terakhir dan bahwa Indonesia kini sangat berarti bagi Inggris,” kata Canning kepada wartawan.
Setiba di Jakarta, ia akan menghadiri sejumlah acara terkait rencana pembelian 10 pesawat Airbus senilai US$ 2,5 miliar oleh Garuda di Halim.
Agenda dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.
“Perdana menteri akan berdiskusi dengan Presiden Yudhoyono mengenai peningkatan hubungan kerja sama dengan Indonesia dan kedua negara merasa masih banyak aspek yang bisa ditingkatkan terutama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan dan perubahan iklim,” kata Canning.
Yudhoyono akan menjamu perdana menteri Inggris dan rombongannya dengan acara makan malam kenegaraan.
Pada Kamis (12/04), Cameron dijadwalkan berpidato di Universitas Al Azhar, Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia.
David Cameron adalah PM Inggris pertama yang berkunjung ke Indonesia sejak Tony Blair pada 2006.
Saat itu Blair berpidato dan berdialog dengan para santri di pesantren Darunnajah, Jakarta.
Hubungan Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak dua abad yang lalu saat Sir Thomas Stamford Raffles tiba di Pulau Jawa pada 1811 dan menetap di kawasan yang kini dikenal dengan Bogor di Jawa Barat. Kekuasaan Inggris di Indonesia berakhir pada 1816.
Categories: Berita Dunia Tags: Bawa, indonesia, inggris, Misi, Perdagangan
Rusia dukung penuh misi PBB untuk Suriah
Annan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Rusia termasuk dengan Menlu Sergei Lavrov.
Rusia mengatakan utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan bahwa misinya “mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah yang berlarut-larut.”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev kepada Kofi Annan dalam pertemuan di Moskow hari Minggu (25/3).
“Ini mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah dan berkepanjangan,” kata Medvedev.
Selain itu presiden Rusia juga menyatakan negaranya mendukung penuh misi Kofi Annan.
“Oleh karena itu, kami ingin menawarkan dukungan penuh kepada Anda pada semua tingkat,” tegas Medvedev.
Kofi Annan berada di Moskow, Rusia untuk membahas krisis yang sedang terjadi di Suriah dan mencari jalan untuk mengakhiri kekerasan.
Mantan sekjen PBB tersebut menyambut dukungan Rusia.
“Selagi kita melangkah maju saya akan terus mengandalkan dukungan dan nasihat Anda. Dan saya pikir Anda benar ketika Anda mengatakan bahwa Suriah mempunyai kesempatan sekarang untuk bekerja dengan saya dan proses mediasi ini bertujuan untuk mengakhiri konflik,” kata Kofi Annan.
Annan berusaha membujuk Rusia, sekutu penting Suriah, guna bersikap tegas kepada Presiden Suriah Bashar al Assad.
“Ini mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah dan berkepanjangan.“
Rusia mengatakan misi Kofi Annan tidak harus terhambat oleh batas waktu. Selain itu Rusia menegaskan waktu yang akan menentukan apakah Dewan Keamanan PBB perlu mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Suriah.
Dalam pertemuan dengan Kofi Annan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan perlunya segera diakhiri kekerasan yang ditimbulkan oleh semua pihak.
Lavrov meminta Annan untuk secara aktif mewujudkan tujuan tersebut dengan melibatkan pemerintah dan oposisi.
Menurutnya, semua negara harus menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah atau berpihak dalam konfrontasi antara pemerintah dan oposisi.
UE perluas misi militer hadapi bajak laut Somalia
Uni Eropa memperluas misi militernya untuk memerangi bajak laut Somalia.
Uni Eropa sepakat memperluas misinya dalam memerangi bajak laut Somalia dengan mengijinkan kekuatan militer untuk menyerang sasaran di perairan dan daratan.
Para menteri pertahanan Uni Eropa sepakat kapal perang yang berpatroli di lepas pantai Somalia dapat menyerang kapal dan pos pengisian bahan bakar milik bajak laut.
“Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia,” Kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dalam sebuah pernyataan.
Dalam perluasan mandat misi militer itu, Uni Eropa akan bekerja sama dengan pemerintahan transisi Somalia dan organisasi lain untuk mendukung upaya melawan bajak laut.
Wartawan BBC Frank Gardner mengatakan, perluasan misi kekuatan militer ini sebagai langkah maju, walaupun tetap beresiko meningkatkan serangan bajak laut..
Sejauh ini sedikitnya 10 kapal angkatan laut negara-negara Uni Eropa berpatroli di perairan di wilayah Somalida dan sekitarnya.
Sejak 2008 lalu mereka bertugas mengawasi rute pengiriman dan bantuan kemanusiaan.
Operasi militer bersama ini disiapkan sampai setidaknya pada Desember 2014 nanti.
Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan, seperti dilaporkan kantor berita AFP, mandat baru ini akan memungkinkan kapal perang atau helikopter untuk menembak pos pengisian bahan bakar, kapal, truk atau peralatan lain di pantai.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia-Margallo mengatakan kepada wartawan: “Rencana Uni Eropa ini memungkinkan serangan terhadap kekuatan bajak laut di daratan ketika kapal kita diserang.”
“Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia.“
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.
Dia menambahkan perluasan mandat ini sebagai bentuk “kepedulian” untuk menghindari korban di pihak warga sipil.
Laksamana Duncan Potts, komandan operasi Angkatan Laut Uni Eropa di Somalia, mengaku, telah membuat kemajuan dalam berbagai operasi menumpas bajak laut.
“Jika Anda melihat tahun lalu, ada 30 kapal dan sampai 700 orang disandera. Hari ini, ada delapan (kapal) dan sekitar 200 (sandera),” katanya kepada BBC.
“Di laut, kita sudah mampu mempersempit operasi bajak laut. Tapi kita belum mampu mengubah strategi mereka. Karena itulah, kita ingin menargetkan setiap jengkal aktivitas mereka.”
Perang selama dua dekade telah menghancurkan Somalia, dan mengakibatkan negara itu tidak memiliki pemerintahan yang kuat.
Pemerintahan transisi yang dibentuk hanya mampu mengendalikan ibukota Mogadishu, sementara kelompok militan al-Shabab, yang bergabung dengan al-Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah daratan.
PBB kirim misi kemanusiaan ke Suriah
Tim kemanusiaan PBB akan dikirim ke Suriah, tepat setahun aksi melawan rezim al-Assad.
PBB akan mengirim tim kemanusiaan ke Suriah untuk memantau kondisi terkini di berbagai wilayah yang dikuasai kelompok oposisi, akhir pekan ini.
Tim kemanusiaan PBB ini akan menjadi bagian dari delegasi yang dipimpin pemerintah Suriah serta melibatkan staf dari Organisasi Kerjasama Islam, OKI.
Kelompok ini rencananya akan mengunjungi kota-kota yang dikuasasi kelompok oposisi, terutama Homs, Hama dan Deraa.
Pengumuman rencana kedatangan tim kemanusiaan PBB ini bertepatan setahun aksi perlawanan terhadap rezim Bashir al-Assad, yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 8.000 warga Suriah.
Dalam sebuah pernyataan, Kepala urusan kemanusiaan PBB Valerie Amos menekankan pentingnya “akses tanpa hambatan untuk mengetahui secara persis kebutuhan mendesak dan pemberian bantuan kesehatan serta perawatan darurat”.
“Jangan sampai waktu terbuang percuma,” tandas Valerie Amos.
Keputusan pengiriman tim kemanusiaan PBB ini menyusul seruan koalisi sekitar 200 organisasi hak asasi manusia kepada Rusia dan Cina untuk mendukung kebijakan PBB terhadap pemerintahan Presiden Assad.
Seperti diketahui, Rusia dan Cina memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan kekerasan di Suriah secara politik.
Sementara itu, pasukan keamanan Suriah melakukan serangan militer ke Deraa selatan — yang dikenal sebagai lokasi lahirnya gerakan protes anti pemerintah — setelah merebut kembali Idlib, di perbatasan Turki, awal pekan ini.
Pemerintah Turki menyatakan ada peningkatan jumlah pengungsi asal Suriah yang melintasi perbatasan, belakangan.
“Jumlah pengungsi Suriah terus membludak. Semula sehari sekitar 1.000 orang, sekarang naik menjadi 14.700 secara total,” kata juru bicara Kementerian luar negeri Turki, Selcuk Unal, kepada wartawan di Ankara.
Dia memperkirakan angka pengungsi Suriah ini akan terus meningkat.
Di tempat terpisah, ribuan orang bergabung dalam unjuk rasa di Damaskus, mendukung rezim al-Assad, yang mengutuk “setahun konspirasi” melawan pemerintahan yang sah.
Presiden Assad selalu menekankan bahwa pasukannya berjuang melawan “gerombolan bersenjata” yang berusaha mengacaukan Suriah.
Categories: Berita Dunia Tags: kemanusiaan, Kirim, Misi, Suriah
PBB : Liga Arab coba lagi misi ke Suriah
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyampaikan pidato tentang rencana misi Liga Arab.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Liga Arab berencana untuk memulai kembali misi ke Suriah, dan telah meminta bantuan dari PBB.
Ban mengatakan ‘malapetaka’ kegagalan untuk menyepakati resolusi PBB terhadap Suriah telah mendorong Damaskus “untuk bertindak lebih jauh dalam memerangi rakyatnya”.
Komunitas internasional berjuang mencari cara penyelesaian krisis setelah Rusia dan Cina memblokade resolusi pekan lalu.
Pasukan Suriah melanjutkan serangan terhadap wilayah yang menjadi basis oposisi di negara itu.
Ratusan orang tewas di pusat Kota Homs setelah serangan besar-besaran oleh pasukan pemerintah.
Dalam pidatonya kepada PBB, Ban mengatakan: “Saya khawatir menyaksikan sesuatu yang mengerikan di Homs, menembaki masyarakat sipil dengan senjata, menandakan sesuatu yang lebih menyeramkan akan terjadi”.
Dia mengatakan Ketua Liga Arab Nabil el-Arabi mengatakan bahwa dia berencana untuk memulai kembali sebuah misi monitoring ke Suriah, yang sebelumnya berakhir akibat kekerasan meningkat.
Ban mengatakan Arabi meminta kepada PBB untuk membantu dengan proyek dan mengusulkan misi pemantauan gabungan PBB-Liga Arab, termasuk utusan khusus gabungan.
“Dalam beberapa hari, kami akan berunding dengan dewan sebelum membahas secara rinci (rencana itu),” kata Ban.
“Kami bersedia untuk mendampingi dengan cara apapun yang akan menyumbang pada perbaikan di lapangan.”
Kekerasan di Suriah telah menyebabkan ratusan orang tewas di Homs pekan ini.
Sebelumnya, AS menolak permintaan Rusia untuk menggelar pembicaraan anttara pemerintah Suriah dan oposisi.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah melewatkan ‘kesempatan’ untuk dialog.
“Sejak beberapa hari (pertama) dalam situasi di Suriah, ada kesempatan bagi rejim Assad untuk mengajak dialog dengan oposisi,” kata Jay Carney.
“Bukannya mengambil kesempatan itu, Assad justru melakukan tindakan brutal terhadap rakyatnya sendiri. Kami tidak berpikir bahwa kesempatan itu ada lagi.
“Ini jelas bahwa Assad memilih jalan itu dan pilihannya telah menyebabkan banyaknya korban tewas di Suriah, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.”
Menteri Luar Negeri Suriah Sergei Lavrov, yang berkunjung ke Damaskus, Selasa, telah mengatakan bahwa Presiden Assad telah siap berdialog dengan “seluruh pasukan politik” untuk mengakhiri kekerasan.
Tetapi komentarnya diabaikan dan kekerasan di seluruh Suriah terus berlanjut.
Carney mengatakan bahwa AS berencana untuk bertemu dengan mitra internasionalnya untuk mendiskusikan cara untuk menghentikan kekerasan di Suriah dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.







