Suriah ‘tolak’ usulan damai Liga Arab
Posisi Suriah disebut makin terisolir dalam lingkar diplomatik negara dunia.
Suriah telah “menolak secara kategoris” sebuah usulan resolusi yang diajukan Liga Arab untuk mengirim misi perdamaian yang dimotori oleh Liga Arab dan PBB dalam rangka mengakhiri konflik berdarah yang sudah berlangsung 11 bulan di negeri itu.
Rancangan resolusi itu belum secara resmi dirilis, meski wartawan BBC sudah membacanya, antara lain berisi pernyataan bahwa Liga mengakhiri seluruh kerjasama diplomatik dengan Suriah.
Menurut Liga Arab, lembaga itu berniat “membuka jalur komunikasi dengan kelompok oposisi di Suriah dan menyediakan seluruh dukungan politis dan material dalam rangka menyukseskannya,” serta mendesak agar kubu oposisi bersatu-padu.
Sikap Liga ini diambil setelah sepekan lalu usulan resolusi yang diajukan Liga ke depan sidang DK PBB gagal disahkan karena diveto Rusia dan Cina.
Menurut wartawan BBC Jeremy Bowen di Kairo, resolusi baru ini menggunakan bahasa sangat keras , terkeras yang pernah dipakai Liga dan karena itu kemungkinan rancangan resolusi akan dilempar kembali ke meja DK PBB.
Sementara menurut utusan Damaskus di markas Liga Arab di Kairo, Yusuf Ahmed, rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya.”
Sementara di New York, Sidang Umum PBB sedang bersiap menggelar debat tentang Suriah.
Kepala kantor PBB untuk urusan HAM Navi Pillay, yang sejak awal sangat tajam mengkritik tindakan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dijadwalkan bicara di depan sidang ini.
Makin kisruh
“Rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya“
Yusuf Ahmed, utusan Damaskus
Rancangan resolusi terbaru ini menurut wartawan BBC menunjukkan makin terisolirnya pemerintah Suriah dari lingkaran diplomatik negara sekitarnya di kawasan Arab. Meski demikian apakah resolusi itu akan berhasil menembus pengesahan, masih akan sangat tergantung pada sikap Moskow yang selama ini dinilai melindungi mitra dagang dan sekutu lamanya di jazirah Arab itu.
Rancangan tersebut secara resmi mengakhiri misi pemantau yang dikirim Liga Arab sejak tahun lalu dan sempat dibekukan pada Januari karena kritik tajam bahwa misi gagal menghentikan kekerasan di Suriah.
Pada hari Minggu, kepala misi yang kontroversial, karena dianggap justru lebih condong pada suara rezim Assad, Jendral Mohammed al-Dabi asal Sudan sudah menyerahkan pengunduran dirinya.
Sementara perkembangan lain yang justru makin membuat konflik ini kisruh adalah pernyataan pimpinan al-Qaeda Ayman al-Zawahiri yang mengatakan dalam sebuah siaran video bahwa organisasinya mendukung perlawanan terhadap Presiden Assad dan kelompok oposisi Suriah tak perlu menggantungkan harapan mendapat dukungan dari negara Barat atau Liga Arab.
Muncul sejumlah laporan bahwa intelejen AS mencurigai kelompok al-Qaeda lah yang terlibat dalam dua ledakan mematikan di kota Aleppo pekan lalu.
Pemboman lagi
Kawasan Baba Amr, Homs mendapat serangan parah tank dan mortir tentara Suriah.
Aksi kekerasan sendiri masih berlangsung di kota-kota yang dilanda konflik di Suriah. Di Homs sepanjang hari Senin dilaporkan pemboman dan tembakan tank serta mortir terus terdengar.
“Tembakan dari tank terus-menerus terdengar di wilayah Baba Amr sementara pemboman di (distrik) al-Waer mulai sejak semalamam,” kata pegiat Mohammad al-Hassan kepada Reuters.
Akibat bentrokan senjata selama beberapa saat saja, sudah sedikitnya empat orang tewas di Baba Amr pada hari Minggu lalu, lapor Pemantau HAM Suriah.
Jumlah korban dilaporkan mencapai sedikitnya 35 orang sepanjang Sabtu.
kelompok HAM setempat mengatakan lebih dari 7.000 orang tewas di seluruh Suriah sejak konflik meletus bulan Maret lalu. Sementara menurut pemerintah, sedikitnya 2.000 anggota angkatan bersenjata tewas saat tugas memerangi “gang and teroris bersenjata.”
Klaim dari dua kubu ini sulit dilacak kebenarannya karena pemerintah setempat membatasi akses media asing masuk ke negeri itu.
Liga Arab bahas langkah lanjutan untuk Suriah
Sebagian kota Homs hancur lebur akibat gempuran pasukan pemerintah Suriah.
Para menteri luar negeri Liga Arab akan menggelar pertemuan di Kairo, Mesir pada Minggu (12/2) untuk membahas langkah lanjutan setelah gagal mendorong terbitnya resolusi PBB untuk Suriah pekan lalu.
Sumber-sumber resmi mengatakan pertemuan itu akan membahas kemungkinan digelarnya misi pemantau Liga Arab-PBB untuk menggantikan para pemantau Liga Arab yang meninggalkan Suriah Januari lalu akibat kekerasan yang terus meningkat.
Selain itu, tambah sumber itu, pengakuan resmi terhadap kelompok oposisi Suriah juga akan dibahas namun untuk masalah pengakuan ini belum semua negara Liga Arab menyepakatinya.
Sebelum pertemuan Liga Arab digelar maka akan didahului pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang akan mengeluarkan Suriah dari organisasi tersebut.
Sementara itu, Arab Saudi -yang adalah anggota GCC dan Liga Arab- juga mengedarkan rancangan resolusi di Sidang Umum PBB, sama dengan rancangan resolusi yang ditolak Rusia dan Cina.
Isi rancangan itu pada umumnya adalah dukungan penuh untuk rencana perdamaian Liga Arab yang diterbitkan bulan lalu.
Inti rencana itu adalah seruan agar Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden dan membuka jalan pembentukan pemerintahan baru yang menyertakan kelompok oposisi.
Sidang Umum PBB dijadwalkan melakukan pembahasan soal Suriah pada Senin (13/2) namun pengambilan suara untuk sebuah resolusi belum termasuk dalam jadwal pembicaraan itu.
Dalam Sidang Umum PBB tidak ada negara yang bisa memveto sebuah resolusi. Namun, resolusi yang dihasilkan tidak memiliki kekuatan hukum seperti resolusi Dewan Keamanan PBB.
Warga Suriah berunjuk rasa menentang pembantaian rakyat oleh rezim Presiden Assad.
Setelah sepekan berada di bawah hujan peluru dan pengepungan, kondisi di sisi barat kota Homs dilaporkan semakin memburuk ditambah persediaan kebutuhan dasar yang semakin menipis.
Kondisi paling buruk dilaporkan terjadi di distrik Baba Amr -yang menjadi pusat protes anti pemerintah. Namun warga kota mengatakan mereka juga mendengar ledakan dan baku tembak di distrik Inshaat yang lokasinya berdekatan.
Sementara itu, para pegiat hak asasi manusia mengatakan lebih dari 400 orang tewas sejak pasukan pemerintah menyerang posisi kelompok oposisi di Homs, Sabtu (11/2).
Pemimpin oposisi di pengasingan Kamal al-Labwani kepada Reuters mengatakan sebuah gencatan senjata yang langka telah disepakati.
Pasukan oposisi diperbolehkan mundur asalkan mereka menyerahkan persenjataan dan kendaraan tempur yang dirampas dari pasukan pemerintah.
Kisruh politik di Suriah sejak Maret tahun lalu telah menewaskan ribuan warga negeri itu.
PBB memperkirakan lebih dari 5.400 orang tewas, sementara itu kelompok pegiat HAM meyakini korban tewas sudah lebih dari 7.000 orang.
PBB : Liga Arab coba lagi misi ke Suriah
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyampaikan pidato tentang rencana misi Liga Arab.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Liga Arab berencana untuk memulai kembali misi ke Suriah, dan telah meminta bantuan dari PBB.
Ban mengatakan ‘malapetaka’ kegagalan untuk menyepakati resolusi PBB terhadap Suriah telah mendorong Damaskus “untuk bertindak lebih jauh dalam memerangi rakyatnya”.
Komunitas internasional berjuang mencari cara penyelesaian krisis setelah Rusia dan Cina memblokade resolusi pekan lalu.
Pasukan Suriah melanjutkan serangan terhadap wilayah yang menjadi basis oposisi di negara itu.
Ratusan orang tewas di pusat Kota Homs setelah serangan besar-besaran oleh pasukan pemerintah.
Dalam pidatonya kepada PBB, Ban mengatakan: “Saya khawatir menyaksikan sesuatu yang mengerikan di Homs, menembaki masyarakat sipil dengan senjata, menandakan sesuatu yang lebih menyeramkan akan terjadi”.
Dia mengatakan Ketua Liga Arab Nabil el-Arabi mengatakan bahwa dia berencana untuk memulai kembali sebuah misi monitoring ke Suriah, yang sebelumnya berakhir akibat kekerasan meningkat.
Ban mengatakan Arabi meminta kepada PBB untuk membantu dengan proyek dan mengusulkan misi pemantauan gabungan PBB-Liga Arab, termasuk utusan khusus gabungan.
“Dalam beberapa hari, kami akan berunding dengan dewan sebelum membahas secara rinci (rencana itu),” kata Ban.
“Kami bersedia untuk mendampingi dengan cara apapun yang akan menyumbang pada perbaikan di lapangan.”
Kekerasan di Suriah telah menyebabkan ratusan orang tewas di Homs pekan ini.
Sebelumnya, AS menolak permintaan Rusia untuk menggelar pembicaraan anttara pemerintah Suriah dan oposisi.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah melewatkan ‘kesempatan’ untuk dialog.
“Sejak beberapa hari (pertama) dalam situasi di Suriah, ada kesempatan bagi rejim Assad untuk mengajak dialog dengan oposisi,” kata Jay Carney.
“Bukannya mengambil kesempatan itu, Assad justru melakukan tindakan brutal terhadap rakyatnya sendiri. Kami tidak berpikir bahwa kesempatan itu ada lagi.
“Ini jelas bahwa Assad memilih jalan itu dan pilihannya telah menyebabkan banyaknya korban tewas di Suriah, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.”
Menteri Luar Negeri Suriah Sergei Lavrov, yang berkunjung ke Damaskus, Selasa, telah mengatakan bahwa Presiden Assad telah siap berdialog dengan “seluruh pasukan politik” untuk mengakhiri kekerasan.
Tetapi komentarnya diabaikan dan kekerasan di seluruh Suriah terus berlanjut.
Carney mengatakan bahwa AS berencana untuk bertemu dengan mitra internasionalnya untuk mendiskusikan cara untuk menghentikan kekerasan di Suriah dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Liga Arab tunda misi pemantauan di Suriah
Korban tewas terus berjatuhan meski Liga Arab telah mengirim tim pemantau ke Suriah.
Liga Arab mengatakan mereka menunda misi pemantauan yang kontroversial di Suriah karena kasus kekerasan yang terus meningkat, meskipun sejumlah pemantau tetap berada di negara itu.
Misi yang dibentuk pada Desember lalu ini bertujuan untuk memantau apakah Damaskus memenuhi usulan yang telah diajukan oleh Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara itu.
Sejumlah negara anggota Liga Arab sebelumnya telah menarik diri dari misi tersebut akibat tindakan kekerasan yang terus dilakukan oleh keamanan Suriah.
Damaskus sendiri menuding Liga Arab terus berupaya meningkatkan tekanan untuk melibatkan campur tangan asing di negara itu.
“Mengingat memburuknya krisis di Suriah dan terus berlanjutnya penggunaan kekerasan. ..maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah,” kata Sekjen Liga Arab, Nabil el-Arabi.
Dia menambahkan persoalan itu sekarang tengah dibicarakan dengan dewan Liga Arab.
Sementara itu pemerintah Suriah menyesalkan penghentian misi tersebut.
“Pemerintah Suriah terkejut dan menyesal dengan keputusan yang diambil el-Arabi untuk menunda misi pemantauan setelah pada minggu lalu memutuskan untuk memperpanjang misi tersebut selama satu bulan,” bunyi pernyataan yang dilansir oleh kantor berita Suriah, Sana pada situs resminya.
“Mengingat memburuknya krisis di Suriah maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah“
“Ini akan memberikan dampak negatif dan menempatkan tekanan pada Dewan Keamanan PBB untuk membahas hal itu dan tujuan akhirnya adalah meminta keterlibatan asing dan mendorong keterlibatan kelompok bersenjata lain yang justru akan meningkatkan kekerasan,” kata seorang pejabat Suriah kepada stasiun televisi milik pemerintah, Syria TV.
Sebelumnya misi pemantauan Liga Arab ini juga telah mendapat kritikan dari kelompok oposisi, mereka mengatakan misi ini sebagai misi yang tidak mempunyai gigi.
Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher mengatakan penghentian misi ini bukanlah sebuah kejutan setelah sejumlah aktivisi HAM menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan misi ini untuk mengulur waktu.
Misi ini juga tidak berhasil menekan angka korban kekerasan di negara itu karena setidaknya 200 orang yang tewas sejak misi itu diperpanjang selama sebulan pada Selasa lalu.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, Liga, Misi, pemantauan, Suriah, tunda
Suriah tolak rencana Liga Arab
Misi Liga Arab dikecam karena dianggap gagal mencegah kekerasan di Suriah.
Suriah menolak rencana terbaru Liga Arab untuk mengakhiri konflik 10 bulan yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang.
Televisi pemerintah mengutip seorang pejabat yang mengatakan rencana Liga Arab merupakan campur tangan mencolok terhadap urusan dalam negeri Suriah.
“Suriah menolak keputusan Dewan Menteri Liga Arab…dan menganggap keputusan itu sebagai pelanggaran atas kedaulatan nasional dan campur tangan mencolok masalah dalam negeri Suriah,” kata seorang pejabat seperti dikutip kantor berita SANA.
Pejabat itu mengatakan Liga Arab seharusnya “menjalankan kewajiban untuk menghentikan pemberian dana dan senjata kepada para teroris”.
Para menteri luar negeri telah menyerukan perlunya perundingan segera antara pemerintah Suriah dan kubu oposisi.
Mereka juga menyerukan Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya.
Selain penyerahan kekuasan ke wakil presiden, rencana baru Liga Arab juga mencakup pembentikan pemerintahan persatuan nasional dalam waktu dua bulan.
Pada hari Minggu (22/1) Liga Arab meminta PBB untuk mendukung rencana baru guna menyelesaikan krisis di Suriah.
Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan dukungan PBB diperlukan untuk “memberikan bobot lebih besar” pada rencana itu.
Liga Arab menerjunkan tim pemantau di Suriah sejak 26 Desember untuk mengawasi pelaksanaan prakarsa Liga Arab tetapi misi pemantau mendapatkan kecaman luas karena dianggap gagal mencegah penumpasan berdarah terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi.
Menteri luar negeri Arab Saudi mengatakan telah menarik wakilnya dari Suriah yang bertugas sebagai pemantau dengan alasan pemerintah Suriah “tidak menghormati klausul-klausul” rencana damai Liga Arab.
Namun keputusan Arab Saudi tidak mempengaruhi kehadiran misi pemantau di Suriah karena dalam pernyataan akhir pertemuan di Kairo (22/1), Liga Arab menyebutkan akan memperpanjang masa tugas tim pemantau dan menambah jumlah pemantau.
Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Jeremy Bowen mengatakan Liga Arab semakin terpecah terkait penyelesaian krisis Suriah.
Karena Suriah menolak syarat-syarat yang diajukan, lanjutnya, maka nasib peta jalan Liga Arab menjadi tidak menentu.





