Chelsea juarai Liga Champions
Chelsea untuk pertama kalinya menjuarai Liga Champions dengan menundukkan Bayern Munchen, sang empat kali juara turnamen ini.
Chelsea menjuarai Liga Champions 2011/2012 setelah di babak final mengalahkan Bayern Munchen 4-3 melalui adu penalti.
Penentuan juara harus ditentukan dengan adu penalti setelah hingga babak kedua perpanjangan waktu berakhir, papan skor menunjukkan 1-1 untuk kedua tim.
Dalam adu penalti, Juan Mata menjadi satu-satunya pemain Chelsea yang gagal mencetak gol, sementara di kubu Bayern Munchen, Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal menjebol gawang Chelsea.
Bagi Chelsea, ini adalah untuk pertama kalinya mereka menjuarai Liga Champions.
Kemenangan di partai puncak ini sekaligus menghapus memori buruk pada 2008 ketika di babak final di Moskow dikalahkan Manchester United melalui adu penalti.
Babak final kali ini bisa dikatakan penuh drama dan sepertinya akan dimenangkan oleh Bayern Munchen yang bermain di kandang sendiri di Allianz Arena.
Bayern Munchen bermain penuh energi dan terus mengurung pertahanan Chelsea yang bermain defensif.
Di babak pertama saja Bayern 16 kali mencoba mencetak gol sementara Chelsea hanya dua kali.
Situasi tidak berubah di babak kedua meski Chelsea sesekali mencoba keluar dari tekanan Bayern Munchen.
Memasuki menit ke-82 Bayern Munchen menekan Chelsea dan kali ini upaya mereka berhasil.
Bola lambung dari Toni Kroos berhasil ditanduk oleh Thomas Muller yang lepas dari pengawalan para pemain belakang Chelsea.
Dengan pertandingan hanya tersisa sekitar tujuh menit dan dalam posisi tertekan, banyak yang memperkirakan pada dasarnya babak final Liga Champions ini telah berakhir.
Namun asumsi dan prediksi berubah total ketika Didier Drogba menyamakan kedudukan dengan sundulan kepala, memanfaatkan tendangan sudut yang diambil Juan Mata.
Posisi 1-1 bertahan hingga babak kedua berakhir.
Di babak perpanjangan waktu Bayern Munchen sebenarnya mendapatkan peluang emas, namun tendangan penalti Arjen Robben bisa ditangkap oleh Petr Cech.
Kegagalan ini membuat kepercayaan diri para pemain Chelsea bertambah dan memaksa tuan rumah untuk adu penalti, yang kemudian dimenangkan oleh Chelsea.
Categories: Berita Dunia Tags: Champions, Chelsea, juarai, Liga
Mendekati akhir musim Liga Primer
Peluang untuk meraih juara Liga Primer sepenuhnya tergantung pada kemenangan City atas QPR.
“And now the end is near and so I face the final curtain…,” begitulah potongan lagu My Way yang artinya ‘Sekarang akhir mendekat dan saya menghadapi layar terakhir…’
Siaran rangkuman pertandingan Liga Primer di akhir pekan, Match of the Day, pada hari terakhir selalu agak berbeda. Musim lalu, penentuan relegasi merupakan yang paling dikenang dalam beberapa tahun belakangan karena empat pertandingan penting yang menentukan dan berlangsung naik turun hingga pertandingan selesai.
Waktu itu saya bertugas di Stoke yang menjamu Wigan, dan mendapat perkembangan hasil pertandingan menentukan lain lewat headphone.
Wigan harus menang dan memang mereka menang. Blackburn dan Wolves juga berjuang untuk bisa bertahan di Liga Primer.
Setiap harapan dan kekecewaan tercermin dalam siaran yang pindah dari satu stadion ke stadion lainnya.
Dan naik turun hasil pertandingan menjadi latihan matematika buat saya.
Sambil memberikan komentar tentang pertandingan di Stoke, saya memegang daftar perhitungan klasemen sementara dengan menghitung perbedaan memasukan dan kemasukan gol untuk memastikan yang terjadi.
Ferguson menanti hasil City-QPR untuk membuka peluang bagi United.
Musim ini, penggemar Manchester City jelas ingin melihat tim mereka meraih gelar juara pada Minggu 13 Mei, namun masih banyak yang mengenang peristiwa pada pertandingan terakhir musim 1996.
Waktu itu, City sedang dalam keadaan seri 2-2 dengan Liverpool di Maine Road, stadion lama Manchester City sebelum direnovasi. Manajer City, Alan Ball mendapat informasi salah, yang mengatakan bermain imbang sudah membuat mereka bertahan di Liga Utama.
Dia kemudian memberi instruksi agar pemain membuang-buang waktu saja untuk menjaga hasil imbang: itu kesalahan besar dan mereka kena relegasi dari Liga Utama.
Minggu 13 Mei nanti saya akan bertugas di Stadium of Light, melaporkan pertandingan Sunderland menghadapi Manchester United, sementara di Etihad Stadium, City akan menjamu Queen Park Rangers.
Jika City menang, praktis mereka akan menjadi juara Liga Utama kecuali United bisa mengalahkan Sunderland dengan selisih sedikitnya delapan gol, yang tergantung juga dari skor City-QPR.
Para pendukung City jelas sadar bahwa satu-satunya yang bisa membuat mereka kehilangan juara Liga Primer musim ini adalah mereka sendiri.
Pertandingan terakhir Minggu menjadi lebih rumit karena pertandingan City dan QPR juga bisa menentukan nasib QPR. Satu angka buat QPR bisa membuat United meraih juara Liiga Primer dan pada saat bersamaan membuat Bolton terkena relegasi.
Selain itu masih ada lagi persaingan untuk merebut juara ketiga, antara Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Newcastle.
Jelas Minggu menjadi hari yang amat menarik, namun sepekan setelah itu saya akan kembali bekerja rutin karena tidak ada lagi pertandingan Liga Primer yang harus dikomentari.
Pertemuan Liga Arab di Irak untuk membahas Suriah
Keamanan di Baghdad diperketat menjelang maupun saat penyelenggaraan pertemuan puncak.
Para pemimpin Liga Arab yang bertemu di Baghdad, Irak, akan membahas rencana perdamaian Suriah yang didukung oleh PBB.
Rencana yang mereka ajukan antara lain mencakup kehadiran pengawas PBB untuk mengakhiri pertarungan antara tentang pemerintah Damaskus dengan kelompok perlawanan maupun penarikan mundur tentara dari kawasan-kawasan yang dikuasai kelompok perlawanan.
Suriah sudah mengatakan akan mendukung prakarsa Liga Arab tersebut namun setidaknya hingga Selasa (27/03) kekerasan masih berlanjut.
Hanya delapan dari 22 pemimpin Liga Arab yang hadir dalam pertemuan puncak ini.
Wartawan BBC di Baghdad, Wyre Davis, melaporkan pertemuan puncak tidak diperkirakan akan membawa terobosan untuk mengatasi kekerasan di Suriah namun menjadi isyarat dari kemajuan yang dicapai aparat keamanan Irak karena berlangsung di Baghdad.
Keamanan ketat terlihat di pusat kota dan tempat pertemuan tidak diungkapkan kepada para wartawan.
Penguasa Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah, ikut hadir dalam pertemuan ini, yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Kuwait ke Irak sejak Saddam Hussein melakukan invasi atas Kuwait pada tahun 1990.
Pemimpin yang hadir
- Presiden Irak, Jalal Talabani
- Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir
- Presiden Tunisia, Moncef Marzouki
- Presiden Palestina, Mahmoud Abbas
- Presiden Komori, Ikililou Dhoinine
- Ketua Dewan Transisi Suriag, Mustafa Abdul Jalil
- Presiden Libanon, Michel Suleiman
- Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, sebelumnya mendesak Suriah agar memberikan komitmen langsung. “Tidak ada waktu lagi yang bisa dibuang,” tegasnya.
Ban rencananya akan bertemu dengan para pemimpin utama Liga Arab untuk membahas upaya menerapkan prakarsa damai Liga Arab pada tingkat praktis.
Bagaimanapun pemerintah Washington mengecam pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang dianggap belum memberikan janji untuk komitmen atas rencana Liga Arab tersebut.
Pernyataan dari Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat meminta agar Liga Arab tetap memberikan tekanan kepada pemerintah Suriah.
“Merupakan kewajiban kita semua untuk tetap menjaga tekanan atas Assad agar memenuhi komitmen yang dia buat dan itulah maksud kita dalam beberapa hari mendatang ini.”
Sementara itu kelompok oposisi Suriah mengungkapkan keraguan atas rencana utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan, dengan mengatakan Presiden al-Assad hanya mengulur-ngulur waktu sambil terus memberantas para pengunjuk rasa.
PBB memperkirakan sekitar 9.000 tewas sejak unjuk rasa menentang pemerintah setahun lalu.
Liga Arab meminta ada penyelidikan netral terhadap Suriah
Korban luka akibat kekerasan di Suriah kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan.
Liga Arab meminta sebuah ”penyelidikan internasional yang netral” atas kejahatan yang dilakukan pemerintah Suriah saat meredam demo.
Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan ”eliminasi mengerikan” terhadap seluruh keluarga bisa digambarkan sebagai kejahatan atas kemanusiaan.
PBB memperkirakan sekitar 8.000 orang meninggal dalam kekerasan selama setahun.
Pegiat HAM menyatakan rezim Bashar al-Assad sekarang memasang ranjau darat di sepanjang perbatasan.
Mereka mendesak Suriah untuk segera mencabut ranjau, dengan menyatakannya sebagai ”senjata militer yang tak efektif” yang hanya akan membunuh dan melukai warga sipil selama bertahun-tahun mendatang.
Wartawan BBC Jonathan Head di Hatay, Turki dekat perbatasan Suriah melaporkan bahwa dia melihat sejumlah pengungsi tiba dengan kondisi kehilangan anggota badan akibat terkena ranjau.
Di kamp pengungsian Hatay, yang didirikan oleh Sabit Merah Turki, menerima 200 pengungsi setiap hari, dengan membawa cerita yang memilukan atas pelarian mereka.
Militer Suriah dilaporkan telah mengepung kota Idlib, tidak jauh dari perbatasan, selama tiga hari.
Dalam perkembangan lain:
- Komite kordinasi lokal, sebuah payung kelompok aktivis oposisi mengatakan 46 tewas Selasa kemarin, kebanyakan berasal dari Homs dan Idlib.
- Diplomat mengatakan pemerintah Suriah telah merespon usulan yang diajukan utusan khusus PBB Kofi Annan, tetapi tidak menjelaskan secara detil jawaban Suriah.
- Presiden Bashar al-Assad menentukan tanggal 7 Mei sebagai hari pemilihan umum parlemen, sebuah kebijakan yang dianggap AS sebagai ”menggelikan”.
Pasukan rezim Assad meningkatkan serangan di kantong-kantong pemberontak dalam dua bulan terakhir.
Mereka menyerang sebuah serangan darat di distrik Baba Amr kota Homs bulan lalu, setelah selama sepekan mengurungnya.
Dan laporan terbaru menyebutkan kota lainnya, terutama di provinsi Idlib, sekarang menjadi sasaran serangan.
Pegiat HAM menyebut serangan dilakukan di daerah sipil, dan menewaskan banyak anak-anak dan perempuan.
“Harus ada sebuah penyelidikan internasional yang netral untuk mengungkap kebenaran atas apa yang terjadi dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut dan membawanya ke pengadilan,” demikian pernyataan Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi seperti yang dilaporkan kantor berita Mesir, Mena.
“Tindakan pembunuhan dan eliminasi yang mengerikan terhadap seluruh anggota keluarga termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua bisa dinyatakan sebagai kejahatan atas kemanusiaan,” tegasnya.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, Liga, Meminta, netral, Penyelidikan, Suriah, terhadap
Suriah ‘tolak’ usulan damai Liga Arab
Posisi Suriah disebut makin terisolir dalam lingkar diplomatik negara dunia.
Suriah telah “menolak secara kategoris” sebuah usulan resolusi yang diajukan Liga Arab untuk mengirim misi perdamaian yang dimotori oleh Liga Arab dan PBB dalam rangka mengakhiri konflik berdarah yang sudah berlangsung 11 bulan di negeri itu.
Rancangan resolusi itu belum secara resmi dirilis, meski wartawan BBC sudah membacanya, antara lain berisi pernyataan bahwa Liga mengakhiri seluruh kerjasama diplomatik dengan Suriah.
Menurut Liga Arab, lembaga itu berniat “membuka jalur komunikasi dengan kelompok oposisi di Suriah dan menyediakan seluruh dukungan politis dan material dalam rangka menyukseskannya,” serta mendesak agar kubu oposisi bersatu-padu.
Sikap Liga ini diambil setelah sepekan lalu usulan resolusi yang diajukan Liga ke depan sidang DK PBB gagal disahkan karena diveto Rusia dan Cina.
Menurut wartawan BBC Jeremy Bowen di Kairo, resolusi baru ini menggunakan bahasa sangat keras , terkeras yang pernah dipakai Liga dan karena itu kemungkinan rancangan resolusi akan dilempar kembali ke meja DK PBB.
Sementara menurut utusan Damaskus di markas Liga Arab di Kairo, Yusuf Ahmed, rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya.”
Sementara di New York, Sidang Umum PBB sedang bersiap menggelar debat tentang Suriah.
Kepala kantor PBB untuk urusan HAM Navi Pillay, yang sejak awal sangat tajam mengkritik tindakan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dijadwalkan bicara di depan sidang ini.
Makin kisruh
“Rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya“
Yusuf Ahmed, utusan Damaskus
Rancangan resolusi terbaru ini menurut wartawan BBC menunjukkan makin terisolirnya pemerintah Suriah dari lingkaran diplomatik negara sekitarnya di kawasan Arab. Meski demikian apakah resolusi itu akan berhasil menembus pengesahan, masih akan sangat tergantung pada sikap Moskow yang selama ini dinilai melindungi mitra dagang dan sekutu lamanya di jazirah Arab itu.
Rancangan tersebut secara resmi mengakhiri misi pemantau yang dikirim Liga Arab sejak tahun lalu dan sempat dibekukan pada Januari karena kritik tajam bahwa misi gagal menghentikan kekerasan di Suriah.
Pada hari Minggu, kepala misi yang kontroversial, karena dianggap justru lebih condong pada suara rezim Assad, Jendral Mohammed al-Dabi asal Sudan sudah menyerahkan pengunduran dirinya.
Sementara perkembangan lain yang justru makin membuat konflik ini kisruh adalah pernyataan pimpinan al-Qaeda Ayman al-Zawahiri yang mengatakan dalam sebuah siaran video bahwa organisasinya mendukung perlawanan terhadap Presiden Assad dan kelompok oposisi Suriah tak perlu menggantungkan harapan mendapat dukungan dari negara Barat atau Liga Arab.
Muncul sejumlah laporan bahwa intelejen AS mencurigai kelompok al-Qaeda lah yang terlibat dalam dua ledakan mematikan di kota Aleppo pekan lalu.
Pemboman lagi
Kawasan Baba Amr, Homs mendapat serangan parah tank dan mortir tentara Suriah.
Aksi kekerasan sendiri masih berlangsung di kota-kota yang dilanda konflik di Suriah. Di Homs sepanjang hari Senin dilaporkan pemboman dan tembakan tank serta mortir terus terdengar.
“Tembakan dari tank terus-menerus terdengar di wilayah Baba Amr sementara pemboman di (distrik) al-Waer mulai sejak semalamam,” kata pegiat Mohammad al-Hassan kepada Reuters.
Akibat bentrokan senjata selama beberapa saat saja, sudah sedikitnya empat orang tewas di Baba Amr pada hari Minggu lalu, lapor Pemantau HAM Suriah.
Jumlah korban dilaporkan mencapai sedikitnya 35 orang sepanjang Sabtu.
kelompok HAM setempat mengatakan lebih dari 7.000 orang tewas di seluruh Suriah sejak konflik meletus bulan Maret lalu. Sementara menurut pemerintah, sedikitnya 2.000 anggota angkatan bersenjata tewas saat tugas memerangi “gang and teroris bersenjata.”
Klaim dari dua kubu ini sulit dilacak kebenarannya karena pemerintah setempat membatasi akses media asing masuk ke negeri itu.







