Posts tagged "Libia"

Stabilitas Libia terancam aksi mantan pemberontak

kelompok pemberontak

Kelompok mantan pemberontak di Libia dituding bertanggung jawab terhadap sejumlah kasus kekerasan.

Setahun pasca jatuhnya pemimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi kondisi kemanan di negara tidak jauh lebih baik.

Amnesti Internasional memperingatkan bahwa gangguan keamanan dan stabilitas di negara itu terancam oleh keberadaan sejumlah milisi bersenjatan yang dulu terlibat dalam aksi perlawanan terhadap Gaddafi.

Kelompok pegiat HAM mengatakan sejak bulan September lalu tercatat ada 12 orang yang tewas akibat penyiksaan setelah sempat menjalani penahanan yang dilakukan oleh kelompok milisi.

Laporan tentang sepak terjang kelompok milisi ini diluncurkan bertepatan dengan momen peringatan satu tahun jatuhnya kekuasaan Gaddafi yang jatuh pada hari Jumat (17/02).

Bulan lalu, PBB mengatakan ada sekitar 8000 orang pendukun Gaddafi yang saat ini sedang ditahan oleh kelompok milisi.

Wartawan yang bertugas di sana mengatakan pemerintah sementara saat ini tengah berusaha untuk menegakan kekuasaan mereka atas sejumlah kelompok milisi ini tapi tampaknya mereka kesulitan untuk mengendalikan kelompok-kelompok milisi yang ada saat ini.

Dalam catatannya, Amnesti Internasional mengatakan sejumlah kelompok milisi melakukan pelanggaran HAM tanpa mendapat sanksi dan pemerintah sementara saat ini tidak pernah memeriksa soal ini.

Laporan itu juga mengutip keterangan sejumlah tahanan yang pernah berurusan dengan anggota milisi yang mengatakan bahwa mereka telah mengalami penyiksaan seperti dipukuli selama berjam-jam dengan kabel, selang plastik, cambuk, rantai metal dan tongkat.

Mereka juga mengatakan sempat disetrum saat menjalani penyiksaan itu.

“Tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap aksi yang dilakukan oleh para milisi ini,” kata Donatella Rovera dari Amnesti Internasional kepada kantor berita AP.

Laporan yang dikeluarkan oleh Amnesti Internasional didasarkan pada penelitian yang berlangsung pada bulan Januari dan Februari.

Kelompok pegiat HAM tersebut juga mencatat bahwa pendatang dan pengungsi dari Afrika -selama ini dituduh menjadi tentara bayaran Gaddafi selama konflik berlangsung- adalah kelompok yang juga ikut menjadi korban penyiksaan para milisi.

Kelompok Milisi ini juga dituding bertanggung jawab terhadap sejumlah pertikaian besar di Tripoli dan kota-kota lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin - February 16, 2012 at 6:19 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , , ,

Penyiksaan tahanan Libia kembali mengemuka

misrata

Penyiksaan di penjara Misrata diduga dilakukan mantan pemberontak untuk balas dendam.

Bukti baru yang mengemuka menunjukan bahwa pendukung mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi mengalami penyiksaan di penjara.

Para tahanan di penjara Misrata kepada BBC mengaku mereka dipukuli, dicambuk dan disengat listrik.

Tuduhan ini datang tepat 100 hari setelah Kolonel Gaddafi tewas akibat kekerasan ditangan mantan pemberontak.

Awal pekan ini lembaga bantuan medis internasional Medecins Sans Frontieres, MSF, mengatakan menunda pekerjaannnya di satu penjara Misrata menyusul dugaan penyiksaan tersebut.

Dugaan penyiksaan mengemuka setelah BBC mengeluarkan laporan wartawan Gabriel Gatehouse yang berhasil masuk ke dalam penjara.

Para tahanan mengatakan kepadanya bahwa mereka mengalami pemukulan dan dicambuk dengan kabel listrik.

“Saya dibawa untuk diinterogasi di sebuah tempat yang digunakan oleh tentara nasional,” kaya seorang tahanan yang meminta namanya dirahasiakan.

“Kaki saya sudah dalam keadaan sakit ketika mereka membawa saya. Saat mereka menginterogasi saya mereka terus memukul kaki saya sehingga menjadi semakin bengkak,” katanya.

Dalam kasus lain para tahanan mengaku penyiksaan berlangsung sebelum mereka tiba di penjara.

Mungkin ada sedikit kasus mantan pemberontak yang ingin balas dendam tetapi itu bukan berarti perintah datang dari kantor saya untuk menyiksa para tahanan.

Kelompok HAM internasional mengatakan insiden penyiksaan ini tersebar di Libia.

”Penyiksaan dilakukan oleh petugas militer dan keamanan termasuk oleh banyak milisi bersenjata yang beroperasi diluar kerangka legal,” kata seorang juru bicara Amnesti Internasional.

Sejumlah pihak yang mengelola penjara Misrata kepada BBC mengaku mereka mengetahui para tahanan dibawa untuk disiksa, tetapi mereka mengatakan tidak memiliki kekuasaan untuk menghentikannya.

Banyak penjara di Libia yang memang dikuasai oleh milisi yang tidak bertanggung jawab kepada pemerintah.

Sebelumnya ketua badan HAM PBB Navi Pillay meminta pemerintahan transisi Libia untuk mengambil alih pengawasan semua penjara.

“Ada penyiksaan, eksekusi diluar hukum yang berlaku, pemerkosaan baik terhadap pria maupun wanita,” katanya kepada kantor berita AP.

“Harus ada langkah yang dilakukan secepatnya untuk membantu otoritas, bagi negara untuk mengontrol semua penjara,” kata Navi Pillay.

Bagaimanapun komisi militer kota Misrata membantah tuduhan penyiksaan ini.

Kepala komisi militer Misrata, Ibrahim Beitelmal, mengatakan tuduhan itu sebagai agenda terselubung.

“Saya rasa orang yang bekerja untuk organisasi HAM atau MSF adalah orangnya Gaddafi. Mungkin ada sedikit kasus mantan pemberontak yang ingin balas dendam tetapi itu bukan berarti perintah datang dari kantor saya untuk menyiksa para tahanan,” katanya.

PBB memperkirakan sekitar 8.500 orang yang kebanyakan dituduh sebagai loyalis Gaddafi ditahan di penjara Libia.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin - January 28, 2012 at 9:19 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , ,

Temuan Amnesty International di Libia

Senjata di Libia

Mantan pejuang pemberontak menjaga pos di dekat Bani Walid, kantong pendukung mendiang Kolonel Gaddafi.

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengatakan beberapa orang meninggal dunia setelah disiksa oleh milisi di pusat-pusat tahanan Libia.

Amnesty International mengklaim telah melihat pasien-pasien di Tripoli, Misrata dan Gheryan. Mereka menderita luka terbuka antara lain di bagian kepala dan punggung.

“Penyiksaan dilakukan oleh satuan keamanan dan militer yang diakui secara resmi dan juga oleh banyak milisi bersenjata yang beroperasi di luar kerangka hukum,” kata Amnesty International.

“Setelah sebelumnya ada janji-janji untuk mengendalikan pusat-pusat tahanan, sangat mengerikan mendapati tidak ada kemajuan untuk menghentikan penggunaan penyiksaan,” kata Donatella Rovera dari Amnesty International yang berpusat di London.

Sebelumnya Komisaris Tinggi PBB untuk Hal Asasi Manusia, Navi Pillay mengatakan dia sangat prihatin dengan penahanan yang dilakukan milisi.

Menurut Navi Pillay, lebih dari 8.500 orang ditahan oleh kelompok-kelompok milisi di sekitar 60 pusat tahanan.

Banyak dari mereka yang ditahan dituduh sebagai pendukung Gaddafi termasuk pula warga dari kawasan Sub Sahara Afrika.

Sementara itu utusan PBB untuk Libia, Ian Martin mengatakan kelompok-kelompok milisi yang tidak bisa dikendalikan menyebabkan peningkatan kekacauan di Libia dan secara tidak sah menahan ribuan orang di pusat-pusat tahanan.

Kepada Dewan Keamanan PBB di New York, Ian Martin mengatakan berbagai bentrokan antara warga bersenjata di Bani Walid dan pasukan revolusi selama ini diberitakan secara salah sebagai upaya pasukan pro-Gaddafi merebut kembali kantong pendukung mendiang pemimpin Libia, Kolonel Gaddafi itu.

Ian Martin

Ian Martin menekankan betapa rumit rekonsiliasi berbagai kelompok di Libia.

Namun demikian, kata Martin, masalah itu menekankan betapa besar tantangan untuk mendamaikan para pendukung Gaddafi dan kelompok pemberontak yang mengalahkan mereka.

Dia menambahkan milisi-milisi berada di balik serangkaian bentrokan maut di Tripoli dan pertempuran di sejumlah kota selama bulan ini.

“Rezim sebelumnya mungkin saja sudah digulingkan, tetapi ada kenyataan pahit bahwa rakyat Libia terpaksa harus tetap menjalankan hidup mereka dengan warisan yang mengakar sangat dalam,” jelas Ian Martin.

Ian Martin mengatakan pemerintah sementara Libia telah menempuh langkah-langkah untuk menonaktifkan mantan-mantan kombatan tetapi pemerintah kesulitan membangun legitimasi di antara kelompok-kelompok bersenjata yang berkembang.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin - January 26, 2012 at 2:19 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , ,

Bentrok antarmilisi di Libia, dua tewas

Milisi Gharyan

Bentrokan antar milisi di Gharyan, Libia menewaskan sedikitnya dua orang.

Sebuah bentrokan sepanjang akhir pekan lalu antara kelompok milisi bersenjata yang berseteru di pinggiran Libia menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 40 orang lainnya.

Milisi bersenjata saling menembakkan roket dan menembakkan senapan mesin di kota Gharyan sekitar 80km dari ibukota Tripoli.

Pemerintahan sementara Libia sebenarnya tidak berpangku tangan menghadapi masalah ini.

Pemerintah menawarkan menjadi penengah untuk mendamaikan kedua kubu namun upaya tersebut gagal.

Pejabat pemerintahan setempat kepada BBC mengatakan mereka tak berdaya mengendalikan kleompok revolusioner yang mencoba melucuti persenjataan kelompok pro-Gaddafi.

Pertempuran di Gharyan ini pecah pada Jumat (13/1) dan berlanjut secara sporadis sepanjang akhir pekan lalu.

Sehari setelah bentrok bersenjata pecah, Menteri Pertahanan Libia Osama al-Juweili mengunjungi kota itu untuk menjadi penengah.

Namun upaya Menhan al-Juweili menemui kegagalan.

Pejabat kota kepada BBC mengatakan milisi di Assabia menyatakan tetap setia kepada mendiang Kolonel Muammar Gaddafi dan persenjataan mereka harus dilucuti dengan kekerasan jika perlu.

Dan pada Minggu (15/1) sebuah delegasi tetua suku tiba di Gharyan dalam upaya untuk menengahi perselisihan dan menegosiasikan pertukaran tahanan.

Sayangnya upaya ini juga gagal dan situasi di Gharyan tetap tegang.

Pemerintahan sementara Libia meminta berbagai kelompok bersenjata di negeri itu untuk menyerahkan persenjataan mereka dan memberi mereka pilihan untuk bergabung dengan tentara nasional.

Sejauh ini imbauan dan tawaran pemerintah itu belum membuahkan hasil.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin - January 16, 2012 at 3:19 pm

Categories: Berita Dunia   Tags: , , ,

Bentrok antar milisi di Libia, dua tewas

Milisi Gharyan

Bentrokan antar milisi di Gharyan, Libia menewaskan sedikitnya dua orang.

Sebuah bentrokan sepanjang akhir pekan lalu antara kelompok milisi bersenjata yang berseteru di pinggiran Libia menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 40 orang lainnya.

Milisi bersenjata saling menembakkan roket dan menembakkan senapan mesin di kota Gharyan sekitar 80km dari ibukota Tripoli.

Pemerintahan sementara Libia sebenarnya tidak berpangku tangan menghadapi masalah ini.

Pemerintah menawarkan menjadi penengah untuk mendamaikan kedua kubu namun upaya tersebut gagal.

Pejabat pemerintahan setempat kepada BBC mengatakan mereka tak berdaya mengendalikan kleompok revolusioner yang mencoba melucuti persenjataan kelompok pro-Gaddafi.

Pertempuran di Gharyan ini pecah pada Jumat (13/1) dan berlanjut secara sporadis sepanjang akhir pekan lalu.

Sehari setelah bentrok bersenjata pecah, Menteri Pertahanan Libia Osama al-Juweili mengunjungi kota itu untuk menjadi penengah.

Namun upaya Menhan al-Juweili menemui kegagalan.

Pejabat kota kepada BBC mengatakan milisi di Assabia menyatakan tetap setia kepada mendiang Kolonel Muammar Gaddafi dan persenjataan mereka harus dilucuti dengan kekerasan jika perlu.

Dan pada Minggu (15/1) sebuah delegasi tetua suku tiba di Gharyan dalam upaya untuk menengahi perselisihan dan menegosiasikan pertukaran tahanan.

Sayangnya upaya ini juga gagal dan situasi di Gharyan tetap tegang.

Pemerintahan sementara Libia meminta berbagai kelompok bersenjata di negeri itu untuk menyerahkan persenjataan mereka dan memberi mereka pilihan untuk bergabung dengan tentara nasional.

Sejauh ini imbauan dan tawaran pemerintah itu belum membuahkan hasil.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by admin -  at 5:19 am

Categories: Berita Dunia   Tags: , , , ,

Next Page »