Pertemuan Liga Arab di Irak untuk membahas Suriah
Keamanan di Baghdad diperketat menjelang maupun saat penyelenggaraan pertemuan puncak.
Para pemimpin Liga Arab yang bertemu di Baghdad, Irak, akan membahas rencana perdamaian Suriah yang didukung oleh PBB.
Rencana yang mereka ajukan antara lain mencakup kehadiran pengawas PBB untuk mengakhiri pertarungan antara tentang pemerintah Damaskus dengan kelompok perlawanan maupun penarikan mundur tentara dari kawasan-kawasan yang dikuasai kelompok perlawanan.
Suriah sudah mengatakan akan mendukung prakarsa Liga Arab tersebut namun setidaknya hingga Selasa (27/03) kekerasan masih berlanjut.
Hanya delapan dari 22 pemimpin Liga Arab yang hadir dalam pertemuan puncak ini.
Wartawan BBC di Baghdad, Wyre Davis, melaporkan pertemuan puncak tidak diperkirakan akan membawa terobosan untuk mengatasi kekerasan di Suriah namun menjadi isyarat dari kemajuan yang dicapai aparat keamanan Irak karena berlangsung di Baghdad.
Keamanan ketat terlihat di pusat kota dan tempat pertemuan tidak diungkapkan kepada para wartawan.
Penguasa Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah, ikut hadir dalam pertemuan ini, yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Kuwait ke Irak sejak Saddam Hussein melakukan invasi atas Kuwait pada tahun 1990.
Pemimpin yang hadir
- Presiden Irak, Jalal Talabani
- Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir
- Presiden Tunisia, Moncef Marzouki
- Presiden Palestina, Mahmoud Abbas
- Presiden Komori, Ikililou Dhoinine
- Ketua Dewan Transisi Suriag, Mustafa Abdul Jalil
- Presiden Libanon, Michel Suleiman
- Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmed al-Jaber al-Sabah
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, sebelumnya mendesak Suriah agar memberikan komitmen langsung. “Tidak ada waktu lagi yang bisa dibuang,” tegasnya.
Ban rencananya akan bertemu dengan para pemimpin utama Liga Arab untuk membahas upaya menerapkan prakarsa damai Liga Arab pada tingkat praktis.
Bagaimanapun pemerintah Washington mengecam pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang dianggap belum memberikan janji untuk komitmen atas rencana Liga Arab tersebut.
Pernyataan dari Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat meminta agar Liga Arab tetap memberikan tekanan kepada pemerintah Suriah.
“Merupakan kewajiban kita semua untuk tetap menjaga tekanan atas Assad agar memenuhi komitmen yang dia buat dan itulah maksud kita dalam beberapa hari mendatang ini.”
Sementara itu kelompok oposisi Suriah mengungkapkan keraguan atas rencana utusan khusus PBB untuk Suriah, Kofi Annan, dengan mengatakan Presiden al-Assad hanya mengulur-ngulur waktu sambil terus memberantas para pengunjuk rasa.
PBB memperkirakan sekitar 9.000 tewas sejak unjuk rasa menentang pemerintah setahun lalu.
Liga Arab meminta ada penyelidikan netral terhadap Suriah
Korban luka akibat kekerasan di Suriah kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan.
Liga Arab meminta sebuah ”penyelidikan internasional yang netral” atas kejahatan yang dilakukan pemerintah Suriah saat meredam demo.
Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan ”eliminasi mengerikan” terhadap seluruh keluarga bisa digambarkan sebagai kejahatan atas kemanusiaan.
PBB memperkirakan sekitar 8.000 orang meninggal dalam kekerasan selama setahun.
Pegiat HAM menyatakan rezim Bashar al-Assad sekarang memasang ranjau darat di sepanjang perbatasan.
Mereka mendesak Suriah untuk segera mencabut ranjau, dengan menyatakannya sebagai ”senjata militer yang tak efektif” yang hanya akan membunuh dan melukai warga sipil selama bertahun-tahun mendatang.
Wartawan BBC Jonathan Head di Hatay, Turki dekat perbatasan Suriah melaporkan bahwa dia melihat sejumlah pengungsi tiba dengan kondisi kehilangan anggota badan akibat terkena ranjau.
Di kamp pengungsian Hatay, yang didirikan oleh Sabit Merah Turki, menerima 200 pengungsi setiap hari, dengan membawa cerita yang memilukan atas pelarian mereka.
Militer Suriah dilaporkan telah mengepung kota Idlib, tidak jauh dari perbatasan, selama tiga hari.
Dalam perkembangan lain:
- Komite kordinasi lokal, sebuah payung kelompok aktivis oposisi mengatakan 46 tewas Selasa kemarin, kebanyakan berasal dari Homs dan Idlib.
- Diplomat mengatakan pemerintah Suriah telah merespon usulan yang diajukan utusan khusus PBB Kofi Annan, tetapi tidak menjelaskan secara detil jawaban Suriah.
- Presiden Bashar al-Assad menentukan tanggal 7 Mei sebagai hari pemilihan umum parlemen, sebuah kebijakan yang dianggap AS sebagai ”menggelikan”.
Pasukan rezim Assad meningkatkan serangan di kantong-kantong pemberontak dalam dua bulan terakhir.
Mereka menyerang sebuah serangan darat di distrik Baba Amr kota Homs bulan lalu, setelah selama sepekan mengurungnya.
Dan laporan terbaru menyebutkan kota lainnya, terutama di provinsi Idlib, sekarang menjadi sasaran serangan.
Pegiat HAM menyebut serangan dilakukan di daerah sipil, dan menewaskan banyak anak-anak dan perempuan.
“Harus ada sebuah penyelidikan internasional yang netral untuk mengungkap kebenaran atas apa yang terjadi dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut dan membawanya ke pengadilan,” demikian pernyataan Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi seperti yang dilaporkan kantor berita Mesir, Mena.
“Tindakan pembunuhan dan eliminasi yang mengerikan terhadap seluruh anggota keluarga termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua bisa dinyatakan sebagai kejahatan atas kemanusiaan,” tegasnya.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, Liga, Meminta, netral, Penyelidikan, Suriah, terhadap
Pemerintah Malaysia membela keputusan deportasi wartawan Arab Saudi
Pesan Twitter Hamza Kashgari mendapat 30.000 tanggapan.
Pemerintah Malaysia membela keputusan dalam mendeportasi seorang wartawan Arab Saudi yang kemungkinan akan menghadapi hukuman mati di negaranya.
Menteri Dalam Negeri, Hishamuddin Hussein, mengatakan Malaysia tidak bisa menjadi tempat bersembunyi bagi orang-orang yang dicari di negara lain karena melakukan kejahatan.
Hamza Kashgari dideportasi Minggu (12/02) meski ditentang oleh sejumlah kelompok pegiat hak asasi manusia.
Pesan Twitter yang dia tulis dianggap menghina agama Islam maupun Nabi Muhammad dan pesan tersebut mendapat 30.000 tanggapan, termasuk beberapa ancaman pembunuhan.
Walau sudah meminta maaf dan mencabut pesannya dari Twitter, Kashgari tetap menerima ancaman pembunuhan sehingga dia memutuskan untuk melarikan diri ke Malaysia.
Namun pihak berwenang Malaysia langsung menangkapnya begitu tiba di bandara.
Wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, melaporkan Malaysia dan Arab Saudi tidak memiliki perjanjian ekstradisi.
Hamza kini bisa diancam hukuman mati karena menghina agama Islam dan Nabi Muhammad merupakan kejahatan yang serius di Arab Saudi.
Para pegiat hak asasi manusia berpendapat Hamza Kashgari bukan seorang kriminal dan menyesalkan keputusan Malaysia dalam mendeportasinya kembali ke Arab Saudi.
Penasehat hukumnya mengatakan mereka sudah mendapat keputusan pengadilan untuk tidak memulangkan Hamza.
Namun pemerintah Malaysia tetap menempuh deportasi dan menegaskan tidak menerima keputusan pengadilan yang dimaksud.
Categories: Berita Dunia Tags: arab, deportasi, Keputusan, malaysia, membela, pemerintah, Saudi, Wartawan
Suriah ‘tolak’ usulan damai Liga Arab
Posisi Suriah disebut makin terisolir dalam lingkar diplomatik negara dunia.
Suriah telah “menolak secara kategoris” sebuah usulan resolusi yang diajukan Liga Arab untuk mengirim misi perdamaian yang dimotori oleh Liga Arab dan PBB dalam rangka mengakhiri konflik berdarah yang sudah berlangsung 11 bulan di negeri itu.
Rancangan resolusi itu belum secara resmi dirilis, meski wartawan BBC sudah membacanya, antara lain berisi pernyataan bahwa Liga mengakhiri seluruh kerjasama diplomatik dengan Suriah.
Menurut Liga Arab, lembaga itu berniat “membuka jalur komunikasi dengan kelompok oposisi di Suriah dan menyediakan seluruh dukungan politis dan material dalam rangka menyukseskannya,” serta mendesak agar kubu oposisi bersatu-padu.
Sikap Liga ini diambil setelah sepekan lalu usulan resolusi yang diajukan Liga ke depan sidang DK PBB gagal disahkan karena diveto Rusia dan Cina.
Menurut wartawan BBC Jeremy Bowen di Kairo, resolusi baru ini menggunakan bahasa sangat keras , terkeras yang pernah dipakai Liga dan karena itu kemungkinan rancangan resolusi akan dilempar kembali ke meja DK PBB.
Sementara menurut utusan Damaskus di markas Liga Arab di Kairo, Yusuf Ahmed, rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya.”
Sementara di New York, Sidang Umum PBB sedang bersiap menggelar debat tentang Suriah.
Kepala kantor PBB untuk urusan HAM Navi Pillay, yang sejak awal sangat tajam mengkritik tindakan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dijadwalkan bicara di depan sidang ini.
Makin kisruh
“Rancangan resolusi itu “mencerminkan histeria pemerintah negara-negara di belakangnya“
Yusuf Ahmed, utusan Damaskus
Rancangan resolusi terbaru ini menurut wartawan BBC menunjukkan makin terisolirnya pemerintah Suriah dari lingkaran diplomatik negara sekitarnya di kawasan Arab. Meski demikian apakah resolusi itu akan berhasil menembus pengesahan, masih akan sangat tergantung pada sikap Moskow yang selama ini dinilai melindungi mitra dagang dan sekutu lamanya di jazirah Arab itu.
Rancangan tersebut secara resmi mengakhiri misi pemantau yang dikirim Liga Arab sejak tahun lalu dan sempat dibekukan pada Januari karena kritik tajam bahwa misi gagal menghentikan kekerasan di Suriah.
Pada hari Minggu, kepala misi yang kontroversial, karena dianggap justru lebih condong pada suara rezim Assad, Jendral Mohammed al-Dabi asal Sudan sudah menyerahkan pengunduran dirinya.
Sementara perkembangan lain yang justru makin membuat konflik ini kisruh adalah pernyataan pimpinan al-Qaeda Ayman al-Zawahiri yang mengatakan dalam sebuah siaran video bahwa organisasinya mendukung perlawanan terhadap Presiden Assad dan kelompok oposisi Suriah tak perlu menggantungkan harapan mendapat dukungan dari negara Barat atau Liga Arab.
Muncul sejumlah laporan bahwa intelejen AS mencurigai kelompok al-Qaeda lah yang terlibat dalam dua ledakan mematikan di kota Aleppo pekan lalu.
Pemboman lagi
Kawasan Baba Amr, Homs mendapat serangan parah tank dan mortir tentara Suriah.
Aksi kekerasan sendiri masih berlangsung di kota-kota yang dilanda konflik di Suriah. Di Homs sepanjang hari Senin dilaporkan pemboman dan tembakan tank serta mortir terus terdengar.
“Tembakan dari tank terus-menerus terdengar di wilayah Baba Amr sementara pemboman di (distrik) al-Waer mulai sejak semalamam,” kata pegiat Mohammad al-Hassan kepada Reuters.
Akibat bentrokan senjata selama beberapa saat saja, sudah sedikitnya empat orang tewas di Baba Amr pada hari Minggu lalu, lapor Pemantau HAM Suriah.
Jumlah korban dilaporkan mencapai sedikitnya 35 orang sepanjang Sabtu.
kelompok HAM setempat mengatakan lebih dari 7.000 orang tewas di seluruh Suriah sejak konflik meletus bulan Maret lalu. Sementara menurut pemerintah, sedikitnya 2.000 anggota angkatan bersenjata tewas saat tugas memerangi “gang and teroris bersenjata.”
Klaim dari dua kubu ini sulit dilacak kebenarannya karena pemerintah setempat membatasi akses media asing masuk ke negeri itu.
Malaysia deportasi wartawan Arab Saudi
Hamza Kashgari dituduh menghina Nabi Muhammad lewat akun twitternya.
Pemerintah Malaysia telah mendeportasi seorang wartawan Arab Saudi yang dituduh menghina Nabi Muhammad melalui twitter.
Kepolisian Malaysia kepada BBC membenarkan bahwa wartawan itu, Hamza Kashgari, 23, dipulangkan ke negaranya pada Minggu (12/2) meski mendapat tentangan kelompok-kelompok hak asasi manusia.
Pekan lalu, Kashgari lewat akun twitternya pada hari Maulid Nabi lalu dianggap melakukan penghinaan karena isinya dinilai meragukan sosok Nabi.
Dalam waktu singkat kicauannya itu mendapaty 30.000 respon dan sejumlah ancaman pembunuhan.
Kashgari kemudian meminta maaf dan mencabut kicauannya itu. Namun, ancaman kematian tak berhenti sehingga dia memutuskan pergi ke Malaysia.
Wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak melaporkan Malaysia dan Arab Saudi sebenarnya tidak memiliki perjanjian ekstradisi, namun proses ini dilakukan karena hubungan baik antar negara muslim.
Kuasa hukum Kashgari sebenarnya telah menerima keputusan pengadilan yang mengizinkan Kashgari tinggal di Malaysia hingga kasusnya diselidiki.
Sayangnya, semuanya terlambat dan Kashgari sudah terlanjur dipulangkan ke Arab Saudi.
“Soal hukuman terhadap yang bersangkutan sepenuhnya adalah wewenang pemerintah Arab Saudi,” demikian pernyataan resmi Dalam Negeri Malaysia.
Sementara itu, Amnesty International memperingatkan bahwa pemerintah Arab Saudi kemungkinan besar akan menjatuhkan hukuman mati untuk Kashgari karena dianggap murtad.
“Jika pemerintah Malaysia menyerahkan Hamza Kashgari kepada Arab Saudi, maka pemerintah Malaysia terlilbat dalam segala penderitaan yang diderita Kashgari,” kata Hassiba Hadj Sahraoui dari divisi Timur Tengah Amnesty International.
Menghina Nabi Muhammad dianggap sebagai penghujatan dan di Arab Saudi bisa dijatuhi hukuman mati.







