Menteri Nato bahas pendanaan Afghanistan
Sekitar US$ 4 miliar pertahun dibutuhkan untuk membiayai pasukan keamanan Afghanistan.
Menteri pertahanan dan luar negeri Nato akan bertemu di Brussels guna membahas pendanaan bagi pasukan Afghanistan ketika pasukan internasional pergi.
Nato sebelumnya sepakat tidak mengubah kebijakan meninggalkan Afghanistan meski Taliban melakukan serangan besar Minggu (15/04) lalu.
Nato akan tetap mengalihkan penjagaan keamanan ke pasukan Afghanistan sepenuhnya pada akhir tahun 2014.
AS diperkirakan akan meminta anggota Nato untuk menyediakan sekitar seperempat dari anggaran untuk membantu pasukan Afghan.
Washington akan menanggung dana bantuan sebesar US$ 3 miliar pertahun tetapi juga mencari pembiayaan dari negara lain untuk membantu US$ 1 miliar pertahun.
Pertemuan para menteri ini merupakan persiapan KTT Nato yang dihadiri kepala negara di Chicago bulan depan, dimana komitmen akhir terkait pendanaan bagi pasukan Afghanistan akan diumumkan secara resmi.
Wartawan BBC melaporkan pekerjaan terberat Nato saat ini adalah menjaga koalisi militer di Afghanistan saat penarikan pasukan tempur sekutu semakin dekat.
Selasa kemarin Australia mengumumkan pasukan mereka akan ditarik setahun lebih cepat dari jadwal semula.
Negara koalisi lainnya termasuk Kanada, Belanda dan Prancis juga telah menarik pasukan tempurnya atau mempercepat penarikan.
Pasukan Nasional Afghanistan akan berjumlah sekitar 350.000 tentara dalam beberapa bulan ke depan, dengan AS sebagai pendukung utama logistik dan pelatihan.
AS memperkirakan militer Afghan akan dipangkas menjadi 230.000 dalam beberapa tahun ke depan. Rencana pengurangan ini justru dikhawatirkan oleh sejumlah tokoh Afghanistan.
Serangan terbaru yang terjadi di tujuh kawasan di Kabul Minggu lalu menimbulkan pertanyaan atas kemampuan pasukan Afghanistan.
Pejabat Nato menyatakan bahwa serangan tersebut menjadi sorotan atas tantangan ke depan, tetapi wartawan BBC melaporkan Nato menekankan pandangan mereka bahwa serangan itu justru menunjukkan bahwa militer Afghan bisa mengatasi masalah keamanan.
Juru bicara Nato Oana Lungescu menekankan bahwa pasukan Afghan menangani situasi dan mengalahkan serangan, kebanyakan atas upaya mereka sendiri.
“Jelas, kita masih menghadapi tantangan keamanan,” katanya. ”Ini bukan serangan pertama, dan saya tidak perkirakan bukan menjadi yang terakhir. Tetapi serangan tersebut tidak mengubah strategi transisi.”
Para menteri Nato juga akan membicarakan tentang bagaimana berbagi peralatan diantara negara Eropa dalam sebuah inisiatif yang dikenal sebagai ”pertahanan pintar”, di saat mereka mengatasi anggaran pertahanan yang rendah.
Dalam pertemuan dua hari ini juga akan membahas langkah lanjutan terkait rencana sistem pertahanan sipil sepanjang Eropa.
Categories: Berita Dunia Tags: Afghanistan, Bahas, menteri, NATO, pendanaan
Australia percepat penarikan pasukan di Afghanistan
PM Gillard berjanji akan tetap berkomitmen membantu Afghanistan.
Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan akan menarik pasukannya dari Afghanistan lebih cepat dari rencana awal.
Pernyataan ini disampaikan Gillard dalam sebuah pidaro di Canberra menjelang konferensi Nato yang membahas soal Afghanistan di Chicago bulan depan.
Dia mengatakan pasukan Australia akan mulai ditarik keluar tahun ini dan semuanya sudah pulang pada akhir 2013 – bertepatan dengan tahun penyelenggaraan Pemilu di Australia.
Kebanyakan pasukan internasional dijadwalkan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014.
Nato saat ini tengah dalam proses untuk menyerahkan pengawasan keamanan ke pasukan lokal – sejumlah kawasan penting di selatan dan timur sudah diambil alih pasukan Afghanistan.
Saat ini ada sekitar 130.000 pasukan Nato yang bertugas di Afghanistan dari 50 negara asing.
Pengumuman Gillard dalam pidato di hadapan Institut Kebijakan Strategis Australia ini dilakukan sehari setelah pasukan militan menyerang Kabul selama 18 jam dan menewaskan 50 orang.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengaitkan serangan ini sebagai kegagalan intelejen, terutama bagian Nato, tetapi memuji pasukan Afghan.
Gillard mengatakan dia akan mengangkat rencana penarikan pasukan Australia ini saat konferensi Nato di Chicago 21 Mei mendatang.
Sebelumnya Australia menyatakan penarikan penuh pasukan akan berlangsung tahun 2014.
Tetapi perdana menteri mengatakan penarikan akan dimulai saat pasukan Afghan bertanggung jawab atas keamanan di provinsi Uruzgan, tempat dimana pasukan Australia ditempatkan.
Dia mengharapkan sebuah pengumuman terkait hal itu dari Karzai dalam ”beberapa bulan”, setelah itu penarikan akan dilakukan bertahap selama 12 hingga 18 bulan.
“Ketika itu selesai, komitmen Australia akan sangat berbeda dari apa yang ada saat ini,” kata Gillard.
Australia juga akan berkomitmen untuk membayar ”bagian yang adil” atas bantuan internasional dan pendanaan militer bagi pasukan keamanan Afghanistan setelah 2014.
Gillard juga mempertimbangkan untuk mempertahankan sejumlah pasukan terbatas untuk melatih pasukan Afghan.
Australia memiliki sekitar 1.550 tentara yang bertugas di Afghanistan, kebanyakan di Uruzgan.
Sejak 2001, 32 tentara Australia tewas di Afghanistan, menurut data media Australia.
Percepatan pemulangan pasukan ke tahun 2013 ini bagaimanapun dipandang sebagai langkah politik dalam negeri yang dilakukan oleh Gillard karena bertepatan dengan tahun Pemilu.
Popularitas pemerintahan minoritas Gillard saat ini tengah menurun dan sejumlah pengamat menilai Partai Buruh kemungkinan bisa kalah saat Pemilu mendatang.
Categories: Berita Dunia Tags: Afghanistan, australia, pasukan, penarikan, percepat
Afghanistan dihantam serangkaian serangan
Pasukan Nato menyerang sebuah bangunan yang dipakai Taliban bersembunyi dalam serangan Minggu (15/04).
Rangkaian serangan senjata dan roket berlangsung di Kabul dengan target kedutaan negara asing, markas Nato dan gedung parlemen.
Serangan ini merupakan yang terbesar dalam enam bulan terakhir yang juga berlangsung di provinsi Logar, Pakia dan Nangarhar.
Dalam serangan kali ini setidaknya dua anggota pasukan keamanan Afghanistan dan 17 milisi tewas.
17 anggota polisi dan sembilan warga sipil dilaporkan menderita luka-luka, sebagaimana disampaikan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
Serangan di Kabul dengan skala besar terakhir kali terjadi pada September 2011 ketika pemberontak bersenjata menguasai sebuah bangunan dan menembaki kedutaan AS dan markas Nato yang menyebabkan setidaknya 14 orang tewas.
Taliban mengatakan serangan hari Minggu (14/4) itu sebagai permulaan dari sebuah ”musim semi serangan”.
Musim serangan Taliban ini memang biasanya dimulai ketika cuaca menghangat terutama di kawasan perbatasan Pakistan, sehingga bisa membuat pemberontak menyeberang ke Afghanistan.
Lokasi target penyerangan kali ini diantaranya adalah kedutaan Inggris, yang diserang dua roket yang menghantam sebuah menara penjaga dan sebuah pelontar granat ditembakkan ke sebuah rumah yang dihuni diplomat Inggris.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengkonfirmasikan serangan tersebut dan menyebut tidak ada korban yang jatuh.
Menlu Inggris William Hague mengatakan dia mengecam ”keras” serangan, dan memuji pasukan pemerintah Afghanistan yang merespon serangan dengan ”berani, tepat dan efektif”.
Asap terlihat membumbung di udara saat Taliban menyerang gedung parlemen.
Sejumlah laporan menyebut ledakan dan tembakan masih terdengar di Kabul 12 jam setelah serangan dimulai siang pukul 12:15 waktu setempat.
Pemberontak masih menyerang di luar kota dan terdengar meneriakkan ”Kami akan tetap bertempur hingga mati,” kata seorang pejabat Afghan kepada BBC News.
Mereka dilaporkan melawan pasukan keamanan Afghanistan dengan granat tangan dan pelempar granat di sejumlah perwakilan diplomatik.
Para penyerang menargetkan kedutaan Barat di kawasan pusat diplomatik dan sekitar parlemen dan juga menyerang pasukan asing di sisi timur kota.
“Saya menembak sekitar 400 hingga 500 peluru dari Kalashnikov saya ke penyerang.“
Selain kedutaan Inggris, mereka juga menyerang kedutaan Jerman, hotel Kabul Star, markas pasukan internasional Nato (Isaf) dan gedung parlemen.
Sedangkan Jepang dan Rusia membantah serangan juga terjadi di kantor diplomat mereka meski serangan tersebut dekat dengan lokasi mereka.
Di parlemen sejumlah anggota parlemen ikut bertempur melawan para pemberontak, kata Naeem Hameedzai Lalai, salah seorang anggota parlemen Kandahar.
Kepada kantor berita AP dia mengatakan memanjat menara di gedung parlemen dan menembakkan senjata ke arah pemberontak.
“Saya menembak sekitar 400 hingga 500 peluru dari Kalashnikov saya ke penyerang,” katanya. ”Mereka menembakkan dua pelontar granat ke parlemen.”
Sementara itu saksi mata, Mohammad Zakar, seorang teknisi berusia 27 tahun menceritakan sebuah serangan lain di Kabul.
“Mereka menembak seorang intelejen dan menewaskannya,” katanya. ”Mereka juga menembak dan menewaskan seorang polisi Afghanistan dan kemudian melompat masuk ke bangunan. Semua toko langsung ditutup. Saya kabur.”
Petugas keamanan Afghanistan mengkonfirmasikan kepada BBC bahwa dua anggota mereka tewas.
Di timur Kabul, pasukan Prancis dilaporkan terlibat baku tembak dengan pemberontak. Pasukan Yunani dan Turki juga ikut terlibat dalam baku tembak ini.
Pasukan keamanan Afghanistan menyatakan telah menangkap dua pembom bunuh diri sebelum mereka melaksanakan ”tugasnya”, demikian pernyataan Isaf.
Categories: Berita Dunia Tags: Afghanistan, Dihantam, Serangan, serangkaian
Bom bunuh diri meledak di Herat Afghanistan
Bom bunuh diri makan korban sipil dan polisi Afghanistan di provinsi Herat.
Sedikitnya 20 orang tewas atau cedera akibat serangan bom bunuh diri di provinsi Herat, Afghanistan.
Kantor berita AFP dengan mengutip sumber pejabat pemerintah menulis serangan ini ditujukan pada kantor pemerintah distrik Guzara di tengah antrian masyarakat yang ingin bertemu pejabat setempat.
Sejumlah saksi mata melihat potongan anggota badan yang tercerai-berai serta lempengan metal berjatuhan pasca ledakan.
Diduga pelaku bom bunuh diri ini menyetir sebuah kendaraan roda empat sebelum meledakkan diri dalam rangkaian letusan.
“Saat pelaku bom bunuh diri mencoba masuk kantor pusat distrik, dia dihentikan oleh polisi tetapi saat itu pula dia memantik peledaknya, persis di pintu gerbang,” kata kepala distrik Nasar Ahmad Popul, yang saat kejadian berada di dalam gedung, tulis kantor berita AP.
Popul mengatakan dalam barisan korban terdapat polisi dan warga sipil.
Categories: Berita Dunia Tags: Afghanistan, bunuh, Diri, Herat, Meledak
Serangan bom digagalkan di Afghanistan
Pasukan NATO pimpinan Amerika di Afghanistan belakangan meningkatkan kesiagaan.
Sebanyak 16 orang ditangkap di ibukota Afghanistan, Kabul dengan tuduhan merencanakan serangan bom bunuh diri massal.
Pejabat-pejabat intelejen mengatakan kepada BBC bahwa 11 jaket bom bunuh diri disita dari Kementerian Pertahanan.
Dikatakan bahwa serangan bom bunuh diri itu akan menimbulkan jatuh korban besar-besaran kalau sampai terjadi.
Beberapa di antara mereka yang ditangkap dilaporkan sebagai anggota tentara nasional Afghanistan.
Jaket-jaket itu disita Senin siang (26/3) dari tiga kamar terpisah di seputar lapangan parkir Kementerian Pertahanan, kurang dari satu kilometer dari istana kepresidenan.
Enam tentara Afghanistan ditangkap dengan berbagai laporan menyebutkan mereka sedang mempersiapkan diri untuk melakukan serangan.
Jaket bom itu sepertinya dipersiapkan untuk meledakkan bus-bus yang membawa pegawai dari dan ke tempat kerja.
Sebelas bus membawa 1.100 personel dijadwalkan akan berangkat dalam waktu 45 menit ketika penangkapan dilakukan.
Sepuluh lainnya ditangkap hari Selasa (27/3) dan penangkapan lebih lanjut kemungkinan akan terjadi dan kantor Kementerian Pertahanan untuk sementara ditutup, demikian pejabat intelejen dan keamanan Afghanistan mengatakan kepada BBC.
Wartawan BBC di Kabul Bilal Sarwary mengatakan serangan oleh anggota tentara nasional yang ”berkhianat” dan penelusup Taliban telah berlangsung di kepolisian dan militer Afghanistan selama bertahun-tahun.
Categories: Berita Dunia Tags: Afghanistan, digagalkan, Serangan







