Mengenal Dekat Sosok Pelempar Sepatu Ke Bush dari Negeri 1001 Malam

11Sosok Muntadhar Al-Zaid (29 tahun) mencuak dalam pemberitaan Internasional tatkala ia berani melemparkan sepatunya ke Presiden Amerika Serikat, George W Bush di Bagdad, Irak – 14 Desember 2008. Saat itu, Presiden  Bush dan PM Nouri al-Maliki sedang melakukan konferensi pers di Istana PM dalam kunjungan terakhirnya Bush ke Irak sebelum berakhirnya masa jabatannya pada Januari 2008.

Muntadhar Al-Zaidi lahir 1979 merupakan alumni jurusan komunikasi dari Baghdad University. Pria lajang muslim Syi’ah (muslim utama di Iran) ini bekerja sebagai jurnalis di statiun TV Al-Baghdadia yang bermarkas di Kairo – Mesir. Laporan berita Al Zaidi selama ini sering berpusat pada nasib para janda dan anak-anak serta yatim-piatu korban perang di Irak. Perang yang dilancarkan pemerintahan Bush pada tahun 2003 dengan berkedok Saddam Hussein mengembangkan senjata pemusnah massal hanyalah bualan besar yang tidak pernah terbukti.

Zaidi Di Tangkap Militer Amerika

Tidak hanya penderitaan yang dialami oleh rakyat Irak yang membuat Al Zaidi memiliki dendam kesumat terhadap pemimpin AS. Ia bahkan pernah ditangkap sebanyak 2 kali oleh militer Amerika Serikat di tanah kelahirannya sendiri, negeri 1001 malam di tahun 2007.

Salah satu laporan berita terbaiknya adalah mengenai Zahra, siswi Irak yang terbunuh dalam perjalanannya ke sekolah ketika berpapasan dengan operasi milter Amerika. Pemberitaan tragedi disertai dengan wawancara dengan pihak keluarga, kerabat, dan sahabat Zahra, membuat Zaidi mendapat ‘hati’ yang luas dari masyarakat Irak. Iapun menjadi sangat dihormati oleh kalangan rakyat Irak.

Hadiah Perpisahan Bush di Irak : Sepatu 110 miliar

Pelemparan sepatu kepada Presiden Bush menyebabkan ia harus menanggung siksaan dari aparat keamanan Irak dan AS. Ia menderita patah tulang meskipun sepatunya tidak mengenai Bush. Melempar sepatu merupakan tindakan tercela bagi kultur Arab maupun Islam. Zaidi berteriak “Ini kecupan perpisahan dengan orang Irak, anjing kau!!” dan melemparkan bagian sepatu ke presiden Bush. Lalu “Ini untuk para janda, anak yatim-piatu dan semua yang terbunuh di Irak dan ia melempar bagian sepatu lainnnya yang “berharga 110 miliar“. Bush berhasil menghindar dengan cepat [memang jago silat dan menghindar]. Ia langsung di tarik ke lantai oleh jurnalis lain sebelum ditangkap, ditendang, dibawa keluar oleh tim pengamanan PM Maliki.

Respons Bush

Sebagian reporter Irak menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa Presiden Bush.
- “Terima kasih atas permintaan maaf dari orang Irak. Ini tidak menggangu saya.. Jika Anda ingin fakta, sebenarnya sepatu yang dilempar berukuran 10“, Bush berusaha melucu.
- “Ini hanya cara orang untuk mengambil perhatian. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan pria itu melakukannya. Saya tidak merasa terancam sedikitpun atas lemparan itu
Ketika ditanya, bagaimana Bush bisa berrefleks secepat itu:
- “Saya tidak punya waktu untuk refleks terhadap sesuatu, saya hanya bisa menunduk dan menghindar
- “Saya tidak marah dengan cara ini. Saya percaya bahwa kebebasan masyarakat akan tumbuh, dan kebebasan masyarakat dibutuhkanuntuk keamanan dan kedamaian kita”.
Selain selalu berpikir minyak di negeri Irak, kini kata kunci dalam pemikiran Bush bukan hanya minyak dan minyak ketika mendengar kata Irak, namun kata Sepatu, Sepatu….. Kedepan Bush akan sangat berhati-hati ketika melihat seseorang sedang membenarkan ikataan sepatunya, bisa-bisa ntar dilempar lagi…..

Suka dan Duka Zaidi

Setelah menyelesaikan momen yang paling bersejarah tersebut, Zaidi kontan dipukul, ditendang, ditangkap oleh pihak keamanan Irak. Tetesan darah di lantai menunjukkan Zaidi menerima luka serius. Ia ditahan dan diinterogasi oleh agen Irak dan Amerika. Pihak berwajibpun menyelidiki apakah tindakan Zaidi didalangi oleh pihak luar.

Komentar dan Respons Masyarakat Dunia

Meskipun tindakan Zaidi dikecam oleh pemerintahan Irak dan akan dihukum melalui pengadilan di Irak, animo masyarakat mendukung Zaidi datang dari Irak dan maupun internasional. Ia mendapat dukungan dari pekerjanya, ribuan pemrotes di Irak, sebagian politisi Irak, rakyat di Syria, lembaga sosial di Libya, dan hampir 200 pengacara termasuk orang Amerika.
Beberapa organisasi hak asasi memberi perhatian khusus pada Al-Zaidi. Aksinya menimbulkan kerisuhan, mendorong para pemrotes meniru aksi Zaidi, dan menimbulkan dukungan yang membeludak. Zaidi pun ditawari berbagai jenis tawaran atas insiden 14 Desember silam.

Reaksi Internal Irak

1. 14 Desember 2008 : Pemerintah Irak meminta maaf, mengkritisi aksi Zaidi dan meminta stasiun TV Al Baghdadia (tempat Zaidi bekerja) untuk menyiarkan permintaan maafnya.
2. 14 Desember 2008 : TV Al-Baghdadia menyiarkan “TV Al-Baghdadia meminta pemerintah Irak agar segera membebaskan Muntadhar al-Zaidi, sesuai dengan ekspresi demokrasi dan kebebasan yang dijanjikan oleh pemerintah Amerika kepada rakyat Irak dari rezim Saddam Hussein…. Segala bentuk tindakan kepada Muntadhar merupakan tindakan rezim diktator.”
3. 15 Desember 2008 : ribuan rakyat Irak meminta Zaidi dibebaskan. Mereka meneriak Zaidi sebagai “pahlawan”.
4. 17 Desember 2008 : sejumlah anggota dewan meminta dewan mengambil isu ini sebagai bentuk penyerangan kepada jurnalis.

Reaksi Internasional

- Lembaga Amal Libya “Wa Attasimou” memberikan bintang penghargaan kepada Zaidi (15 Desember 2008)
- Perusahaan pembuat sepatu di Turki dan di Lebanon masing-masing mengklaim sepatu Al-Zaidi adalah produksi mereka. Sedangkan sepatu-sepatu yang beredar luas di Irak adalah buatan China. Saudara Zaidi mengaku sepatu Zaidi adalah 100% buatan orang Irak (Perusahaan Alaa Haddad)
- Di Syria, Zaidi dinobatkan sebagai “Pahlawan Penyembuh Luka
- Pengusaha Arab Saudi menawarkan US$ 10 juta dollar (110 miliar rupiah) untuk membeli sepatu Zaidi tersebut. Tapi, sayang hakim penyelidik kasus ini mengatakan bahwa sepatu Zaidi langsung dihancurkan setelah dipakai untuk melempar Bush. Alasannya, AS dan Irak khawatir sepasang sepatu itu mengandung bahan peledak. Alasan yang absurd.
- NTV (Lebabon) menawarkan pekerjaan untuk Zaidi.
- Presiden Venezuela mengundang Zaidi untuk datang dan menetap di negerinya.
- Zaidi ditawari mobil Mercedes – 6 pintu
- Aksi Zaidi direkonstruksi dalam film komedi di Afganistan
- Zaidi ditawarin menikahi gadis mesir 20 tahun, Amal Saad Gumaa
- Amnesti Internasional – Malcom Smart menyampaikan, “…Pemerintah Irak harus bertanggungjawab melakukan penyusutan terhadap mereka yang menyiksa dan melukai Muntadhar Al Zaidi dan menuntut para pelaku tersebut”
- Reporter “Without Border” mengungkapkan penyesalan insiden yang seharusnya seorang jurnalis menyampaikan protes dalam kapasitas seorang jurnalis.
- Demonstrasi 150 jurnalis di Lahore, Pakistan menuntut Zaidi dibebaskan.
- Website Facebook memberikan dukungan pada Al-Zaidi.

Read Posts from other site