Komandan militer Libia gugat pemerintah Inggris

Abdel Hakim Belhaj

Abdel Hakim Belhaj klaim dia pernah disiksa berbagai agen rahasia termasuk MI6 dan CIA.

Seorang komandan militer senior Libia, Abdel Hakim Belhaj menggugat dinas rahasia Inggris MI6 dan pemerintah Inggris karena dianggap terlibat dalam penangkapan dan penyiksaan ilegal terhadap dirinya.

Belhaj yang pada saat penggulingan Moamar Gaddafi bekerja sama dengan NATO, mengklaim selama empat tahun sejak penangkapannya pada 2004 lalu dia diinterogasi dan disiksa para agen rahasia sejumlah negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Belhaj meyakini setelah ditangkap dia dibawa dari Bangkok ke Libia oleh Dinas Rahasia Amerika Serikat, CIA.

Kementerian Kehakiman Inggris menyatakan komitmennya untuk menggelar penyidikan setelah kasus ini mulai diselidiki kepolisian.

Pada 2010 lalu Perdana Menteri Inggris David Cameron menggelar penyeldikian terkait kemungkinan Inggris terlibat perlakuan semena-mena terhadap tersangka teror yang ditahan negara lain setelah tragedi serangan 11 September di New York.

Namun, rencana penyelidikan pemerintah ini ditanggungkan pada Januari 2012, setelah kepolisian mengumumkan tengah menyelidiki klaim Abdel Hakim Belhaj,

Inggris memberi izin

Dari hasil investigasi BBC, pemerintah Inggris ternyata merestui proses pengembalian Abdel Hakim Belhaj ke Libia pada 2004 yang saat itu masih diperintah Moammar Gaddafi.

Bukti ini diperoleh dari surat terkait pengembalian Belhaj yang dikirimkan pejabat senior MI6 Sir Mark Allen kepada Kepala Intelijen Libia saat itu Musa Kusa.

Surat rahasia itu ditemukan di reruntuhan kantor Musa Kusa yang hancur dibom NATO tahun lalu.

Dalam surat itu, kepada pemerintah Libia, MI6 mengucapkan selamat atas diterimanya sebuah ‘paket kiriman udara’.

Selain menuliskan proses pengiriman, surat itu menunjukkan bahwa intelijen yang terlibat dalam proses ini adalah intelijen Inggris.

Ditangkap CIA

Kantor Intelijen Libia

Surat MI6 ditemukan di kantor Dinas Intelijen Libia yang hancur dibom NATO.

Surat itu dikirim pada 2004 ketika Belhaj masih dikenal sebagai ketua Kelompok Pejuang Islam Libia.

Dinas Intelijen Dalam Negeri Inggris MI5 meyakini organisasi Belhaj dekat dengan Al-Qeada yang tugasnya adalah merekrut warga Muslim Inggris untuk berperang di Irak.

Pemerintah Inggris selalu membantah keterlibatannya dalam penangkapan, pengembalian dan penyiksaan Belhaj.

Namun, surat kepada Libia itu menunjukkan keterlibatan MI6 dan BBC yakin pemerintah Inggris yang saat itu di tangan Partai Buruh memberikan izin terhadap proses ini.

Wartawan BBC Peter Taylor melaporkan nampaknya MI6 mengetahui keberadaan Belhaj di Malaysia dan akan menuju London untuk mencari suaka politik.

MI6 kemudian menghubungi CIA soal Belhaj. CIA kemudian mencegat Belhaj di Bangkok sebelum kemudian dikembalikan ke Libia.