AS selidiki kasus foto Marinir AS berbendera Pasukan SS Nazi
Sekelompok anggota Marinir AS berpose dengan bendera yang dianggap sebagai simbol pasukan paramilter SS Nazi.
Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memerintahkan penyelidikan lebih lanjut kasus beberapa anggota Marinir AS di Afghanistan yang berfoto dengan latar bendera berlogo SS Nazi.
Kepala Korps Marinir AS, James Amos, meminta maaf atas pose foto yang diabadikan pada 2010 di wilayah selatan Afghanistan.
Dia juga memastikan akan mengambil tindakan disiplin terhadap mereka, dan menjamin hal ini tidak akan terulang kembali.
Penyelidikan awal Korps Marinir sebelumnya menyimpulkan, pose foto itu terjadi karena minimnya pemahaman para tentara itu tentang sejarah hitam pasukan SS Nazi serta kurangnya disiplin.
Foto itu menimbulkan kemarahan setelah dimuat dan tersebar di internet.
Berbagai kelompok masyarakat menyerukan agar kasus ini diselidiki, karena dikhawatirkan sebagai pengaruh ideologi Nazi pada angkatan bersenjata AS.
Fasisme Hitler
Sebuah kelompok pengawas independen yang peduli terhadap isu diskriminasi dalam tubuh angkatan bersenjata AS, mengkhawatirkan foto tersebut.
“Dalam foto itu, mereka terlihat bangga berpose dengan lambang SS Nazi, yang melambangkan ideologi jahat fasisme Hitler,” kata ketua kelompok tersebut, Michael Weinstein.
Dalam foto itu memperlihatkan sepuluh orang anggota Marinir AS, yang berseragam lengkap, berpose diapit bendera AS dan di atasnya ada spanduk biru gelap yang di dalamnya ada tulisan dua huruf S yang mirip gambar “petir”.
Gambar inilah yang kemudian dianggap sebagai simbol
Schutzstaffel (biasa disingkat SS), sebutan untuk kelompok paramiliter Nazi yang berperan penting dalam praktek kekerasan, antara lain dalam Holocaust, selama Perang Dunia II.
Saat pertama kali kasus ini mencuat ke permukaan, juru bicara Marinir Sersan Mark Oliva mengatakan, “mereka tidak menyadari bahwa mereka mengasosiasikan diri dengan sesuatu yang rasis, fasis”.
“Mereka melihat SS itu singkatan dari ‘scout sniper’ ketimbang terkait simbol Nazi,” kata Oliva.
Lebih lanjut Oliva mengatakan, sudah saatnya untuk mendidik anggota marinir untuk mengetahui “sejarah Nazi” serta “kekuatan sebuah simbol”.
Kumpulan foto rakyat suriah (1)






