Bandara di Argentina ditutup akibat debu vulkanik

Barilioche kembali mengalami hujan debu vulkanik dari gunung Puyehue.

Debu vulkanik sebuah gunung di Cile kembali menyebabkan bandara Argentina ditutup hanya beberapa hari setelah sempat dibuka kembali.

Penutupan bandara Bariloche ini dilakukan setelah sebelumnya penerbangan sempat berjalan normal selama tiga hari setelah penutupan selama tujuh bulan akibat debu vulkanik.

Padahal pembukaan kembali bandara ini sempat diberitakan media setempat dengan tajuk berita kemenangan.

Koran lokal El Cordillerano memuat berita utama dengan satu kata “Hallelujah” ketika bandara kembali dibuka.

Sewaktu meletus Juni silam, banyak bandara termasuk yang terjauh di Melbourne, Australia, terpaksa ditutup.

Kini bandara kembali ditutup dan semua penerbangan di Bariloche, di Patagonia dibatalkan.

Penerbangan komersial ke Bariloche sempat dibuka kembali Jumat pekan lalu sejak gunung Puyehue meletus 5 Juni 2011.

Bariloche dan kota terdekat seperti Villa la Angostura dan San Martin de los Andes adalah tujuan populer untuk orang yang senang ski di musim dingin, dan memancing di musim panas.

Tetapi dengan adanya penutupan bandara menyebabkan pukulan ekonomi bagi industri pariwisata di kawasan ini.

Maskapai Cile LAN menyatakan bahwa jadwal penerbangan tergantung dengan tingkat kepadatan debu yang dimuntahkan gunung api, dan apakah angin akan meniupnya ke arah Bariloche.