Seantero dunia merayakan Tahun Baru

Kembang api di London

Seperempat juta orang merayakan pergantian tahun di London saksikan kembang api.

Orang di seluruh dunia merayakan akhir 2011 dan menyambut awal 2012, dengan keramaian dan pesta kembang api spektakuler.

Pertunjukan kembang api bernilai jutaan dollar dipertunjukkan di Sydney, sementara di menara tertinggu dunia, Burj Khalifa, pertunjukan letupan cahaya dan percikan api juga berlangsung meriah di Dubai.

Seantero Eropa turut merayakan pesta ganti tahun ini, ditengah kelesuan ekonomi dan masa depan Zona euro yang belum jelas. Masyarakat menyemut di sejumlah pusat kota Eropa untuk menghitung detik pergantian tahun. Sementara di London, sekitar seperempat juta orang menonton pertunjukan kembang api di atas sungai Thames.

Di Spanyol, masyarakat menyambut tahun 2012 dengan makan 12 biji anggur bersamaan dengan berdentangnya lonceng pada jam besar di Lapangan Puerta del Sol Madrid sesuai tradisi nasional selama ini, sementara ribuan orang berpeta di Berlin menonton panggung musik hidup di lokasi bersejarah Gerbang Brandenburg.

‘Penuh senyum’

Negara pertama yang merayakan pergantian tahun adalah Samoa dan Tokelau setelah keduanya melompati waktu internasional sehingga ketika jam berdentang meninggalkan tanggal 29 Desember, dua negara di Pasifik Selatan itu langsung memasuki 31 Desember, tanpa melewati 30 Desember lebih dulu.

Sabtu dihabiskan turis dan masyarakat setempat dengan berpesta merayakatn tahun baru.

Di Tokyo, warga melepas balon helium ke udara di depan Menara Tokyo pada tengah malam tadi dengan tempelan kertas berisi harapan untuk 2012.

Sebagian besar mengharapkan perbaikan kehidupan, setelah gempa besar dan tsunami meluluhlantakkan wilayah timur laut Jepang Maret 2011.

Kembang api di Sidney

Sidney juga menghabiskan jutaan dollar untuk berpesta kembang api malam tahun baru.

“Mudah-mudahan akan jadi tahun penuh senyum. Mereka yang kini menangis, saya berdoa agar mereka nanti juga tersenyum,” kata Horie Soichiro.

Sementara di Korea Utara, hanya berselang hari setelah pemakaman pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il, pemerintah setempat mengeluarkan seruan Tahun Baru agar warga mendukung putra dan penerusnya, Kim Jong-un.

“Seluruh partai, angkatan bersenjata dan semua rakyat harus punya keyakinan teguh bahwa mereka akan jadi penjaga dan tameng hidup demi membela Kim Jong-un hingga mati,” demikian isi pernyataan itu.

‘Risiko dan kemungkinan’

Pesan yang lebih dingin datang dari Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang mengatakan 2012 akan lebih sulit dari 2011, namun dia berharap krisis utang Eropa akan makin mengeratkan negara anggotanya.

Dalam pesan Tahun Baru yang disiarkan TV di Prancis, Presiden Nicolas Sarkozy, menyerukan hal serupa meski masih diiringi nada yang optimistis.

Kita harus berani dan tegas. Bersamaan dengan masuknya dunia ke tahun 2012 akan ada banyak risiko tapi juga penuh dengan kemungkinan

“Kita harus berani dan tegas. Bersamaan dengan masuknya dunia ke tahun 2012 akan ada banyak risiko tapi juga penuh dengan kemungkinan,” kata Sarkozy.

Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang baru saja mulai masa kepemimpinan keduanya Sabtu lalu, mengatakan dirinya berharap dunia terus bergerak ke arah demokrasi yang sudah menjadi tuntutan aksi protes di seantero negeri Arab selama 2011.

Di Rusia, ribuan orang berkumpul di Lapangan Merah Moskow untuk menyaksikan pesta kembang api pada tengah malam meski alkohol dilarang karena dikhawatirkan akan memunculkan kerusuhan di tengah massa.

Di Istanbul, ibukota Turki, hujan menguyur deras dan mengendurkan semangat perayaan Tahun Baru namun warga tetap bersuka cita melewatkan pergantian tahun, seperti juga di ibukota Ukraina, Kiev, dimana cahaya dan letupan kembang api menghangatkan pemandangan.

Pesta semalam suntuk juga dirayakan warga dan turis di Brazil, berpusat di pantai Rio de Janeiro yang diramaikan pesta kembang api.

Kumpulan orang terbanyak barangkali ada di Lapangan Times di New York, AS, saat pergantian tahun pada tengah malam.