Bayi berusia dua minggu diselamatkan di Turki
Bayi dua minggu yang diselamatkan dari balik tumpukan puing-puing gempa.
Tim penyelamat di Turki berhasil menyelamatkan seorang bayi berusia dua minggu dan ibunya dari timbunan puing-puing gempa.
Nenek bayi itu juga berhasil diselamatkan namun ayahnya masih belum ditemukan.
Bayi yang bernama Azra Karaduman tersebut mampu bertahan hidup selama 48 jam dan beberapa jam kemudian ibunya, Semiha, ditemukan.
Seorang petugas penyelamat mengatakan kepada BBC bahwa bayi yang berhasil diselamatkan itu meningkatkan semangat mereka.
“Ketika saya lelah, saya teringat putri saya yang berusia empat tahun dan saya mengatakan pada diri saya tidak boleh berhenti. Saya turun lagi,” tuturnya.
Sebelumnya seorang ibu yang sedang hamil dan dua anaknya yang berhasil diselamatkan, yang meningkatkan harapan tentang orang-orang yang mungkin masih hidup di balik reruntuhan.
Dan petugas penyelamat yang menggunakan anjing pelacak serta alat-alat berat harus berlomba dengan waktu, dibantu warga setempat yang menggunakan peralatan seadanya.
Pihak berwenang mengatakan ratusan orang masih hilang sementara jumlah korban jiwa sudah mencapai 432 orang pada Selasa 25 Oktober.
Ratusan orang masih dinyatakan hilang hingga Selasa 25 Oktober.
Diperkirakan jumlah korban jiwa masih akan meningkat, sedangkan korban yang luka saat ini mencapai 1.300 orang lebih.
Lebih dari 2.000 bangunan ambruk akibat gempa yang melanda Turki timur pada Minggu 23 Oktober.
Ribuan korban yang selamat di kota Van dan Ercis, yang paling menderita akibat gempa, masih harus tetap tinggal di tenda-tenda darurat.
Pemerintah Turki sudah menyatakan akan memberika bantuan lebih banyak kepada para pengungsi dan 12.000 tenda akan dikirimkan ke wilayah itu.
Sejumlah korban dan partai oposisi mengkritik pemerintah yang dianggap tidak mampu memberikan bantuan yang diperlukan.
Lembaga bantuan terus menyalurkan bantuan tenda maupun selimut kepada para korban yang berada di tempat penampungan sementara.
“Hari ini kami sudah mengirimkan 18.000 tenda lebih kepada para korban dan tidak ada masalah dalam pengertian tenda darurat. Kami juga menyediakan 10.000 selimut,” kata Kaan Saner dari Bulan Sabit Merah Turki.







