Belah Gunung Dengan Peralatan Primitif

Penduduk di China menghabiskan waktu tak kurang dari 5 tahun untuk membuat sebuah terowongan antar gunung hanya berbekal peralatan primitif.
Warga desa Matigou menerima tugas raksasa untuk membangun sebuah jalur yang cepat dan aman ke kota tetangga, Shiyan.
Selama beberapa generasi, jalan satu-satunya untuk mengakses kota tersebut dari desa mereka hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki melalui jalan setapak di tepi jurang yang berbahaya.
Setiap tahun ada saja warga desa yang jadi korban karena jatuh ke jurang disebabkan oleh jalanan yang sempit dan tidak rata.
“Akhirnya kami memutuskan untuk menggali sebuah terowongan demi keselamatan seluruh penduduk,” demikian tutur kepala desa Matigou, Wen Changfa.
“Jarak langsung hanya sejauh 5 mil, tapi biasanya warga memerlukan sedikitnya setengah hari untuk mencapai kota itu agar dapat menjual hasil pertanian dan membeli aneka kebutuhan.”
Wen mengatakan bahwa selama ini ia dan penduduk setempat menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk melubangi gunung itu menggunakan peralatan sederhana dan primitif.
“Dari waktu ke waktu bila ada di antara kami yang memiliki sejumlah uang, kami akan membeli peledak dalam jumlah kecil untuk membantu pekerjaan kami. Pembangunan terowongan ini berjalan sangat lambat. Setiap hari kami hanya dapat menggali kurang dari satu meter.”
Walaupun ukuran terowongan tak lebih dari 2 x 2 m, namun penduduk tetap merasa senang dan lega karena perjalanan menuju ke kota dapat ditempuh hanya dalam waktu satu setengah jam dan juga lebih aman.







